Diskusi Malang Hebat Menuju Pilkada 2018.

0
1067

Malang, Sigap88-Diskusi yang bertajuk Malang hebat menuju Pilkada 2018 yang bertempat di hatel ijen suites, dihadiri berbagai macam elemen masyarakat baik dari pihak keamanan, politisi, partai, akademisi. Hadir juga bakal calon dan cawalon Kota Malang. 12/12/2017

Semakin dekatnya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Malang secara otomatis suhu politik makin meningkat, terkait hal tersebut Malang Post menggagas kegiatan ini demi terciptanya Kota Malang tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 serta diharapankan dari diskusi ini dapat menemukan embrio-embrio yang diharapkan masyarakat Kota Malang. karena pembangunan Kota Malang ke depan banyak sektor-sektor yang harus dibenahi oleh calon terpilih, seperti sektor ekonomi, infrastruktur, transportasi, pendidikan, sosial dan lain sebagainya.

Acara tersebut juga dihadiri politisi maupun akademisi yang siap maju mencalonkan Cawali-Cawawali Kota Malang, diantaranya :

Sutiaji (Wakil walikota incumbent) bahwa membangun kota Malang harus bersama-sama dengan konskuensinya harus ditanggung bersama-sama pula. Selain itu calon pemimpin kota Malang harus memiliki integritas dan bermoral jangan ada kastanisasi karena kita semua berkedudukan yang sama. Dalam memimpin Kota Malang harus transparan dan bersinergi antara ekskutif dan legislatif. Jangan sampai terjadi seperti saat sekarang, banyak pembangunan yang tidak maksimal sehingga program pemerintah terhambat dan disamping itu ekonomi kerakyatan harus diperkuat lagi.

Dedi Wahyudi (PDI-P) menyampaikan bahwa rencana pencalonan dirinya sebagai Walikota Malang merupakan panggilan hati nurani karena dirinya dilahirkan di Malang sehingga merasa punya tanggung jawab kepada masyarakat Malang meskipun harus meninggalkan pekerjaannya sebagai PNS, selain itu untuk membangun Kota Malang harus berkolaborasi dengan semua pihak apalagi saat ini dalam taraf pembangunan jalan Tol Malang-Pandaan, maka secara otomatis permasalahan kedepan akan semakin komplek dan diharapkan Kota Malang menjadi kota Wallkable City.

Ya’qud ananda qudban (Hanura sekaligus calon yang diusung tiga koalisi partai dengan nama koalisi harapan pembangunan) Dengan semboyan AYO MENOTO MALANG. Membangun kualitas diri masyarakat kota malang kedepan agar nantinya pemimpin yang mampu terintegrasi antara ekskutif dan legeslatif serta melibatkan masyarakat secara terbuka melalui E bugedting atau E goverment.

Sementara Sofyan Edi Jarwoko (Golkar) mengungkapkan,seorang Pemimpin harus mampu dan bisa mengelola tata kota, kalau tidak malapetaka yang terjadi. Bila tata kelola tidak baik maka akan muncul tata pemerintahan yg buruk. tata kelola harus efektif , kuat dan efesian.

Lain halnya dengan Gandung Rafi (PDI Perjuangan) mengatakan; syarat menjadi pemimpin mengerti tujuan benegara dan landasan negara. Memimpin malang harus memahami visi dan misi kota malang. Malang kota pendidikan yang jumlahnya sangat luar biasa mampu membangun kota Malang yang berbudaya dan berkarakter. Memimpin kota Malang tidak harus partai politik saja jelasnya.

Wanedi dari ( PDI Perjuangan ) mengatakan; Mewujudkan sila ke lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, baik kesehatan, sarana transportasi, pemimpin yg bersih, itu akan berdampak baik untuk Kota Malang kedepan.

Asep Nurjaman ( Pakar Politik UMM) mengatakan ; Demakrasi bukan tujuan, akan tetapi merupakan alat untuk menuju demokrasi. Merawat keragamaan masyrakat kota malang butuh implemintasi. Demokrasi yang akuntabilitas( demokrasi yg mempunyai makna). Gak boleh pokoknya menang dan masih perkuat primordialisme. Niat dan exspilitas, kapasitas dan kapabilitas yang tinggi ujarnya.

Sementara wahyu Widayat (Ketua Rumah ASMMARA) Aspirasi Masyarakat Malang Raya mengatakan; Pemimpin harus punya modal budaya malu, bertindak untuk tidak KKN dan berani mendekat dengan rakyat serta harus Bisa membangun integritas yg kuat antara wali kota, wakil wali kota, forpimda, dpr serta masyarakat.

Sementara itu dari pihak aparat keamanan kota Malang,POLRESTA kota Malang di wakili Kasad Intelkam POLRESTA Malang P.Tri menyampaikan” jajaran POLRESTA,TNI,Kejaksaan,Panwas, dan KPUD kota Malang telah siap untuk melaksanakan Pilkada Malang secara aman dan kondusif.

Di tambahkan oleh para penegak keamanan kota Malang ini bahwa” untuk aparat keamanan,PNS,atau lembaga-lembaga pemerintahan yang lain yang harus tetap pada posisi netral,untuk tidak di pengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh para pelaku, maupun team sukses para calon yang akan maju dalam Pilkada kota Malang”.

Kesiapan ini juga di sampaikan oleh perwakilan dari KODIM kota Malang”kami siap bekerjasama dengan POLRESTA dan aparat keamanan yang lainnya untuk mengamankan Pilkada th 2018 mendatang.”tegasnya.(Thur)

Komentar
Content Protection by DMCA.com