Disdukcapil Sumenep Ajukan Dana Hibah Ke Pemkab Sumenep Untuk Kebutuhan Blanko e-KTP

613

Sumenep | Sigap88 – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep di tahun 2020 membutuhkan sekitar 70 ribu keping blanko e-KTP, untuk memenuhi kebutuhan e-KTP masyarakat Sumenep

Sehingga Disdukcpil Sumenep memohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep dana hibah untuk pengadaan balnko e-KTP ke Pemerintah pusat.

“Kami Disdukcapil mengajukan Dana hibah kepada Pemkab Sumenep untuk pengadaan blanko e-KTP,” ungkap Drs Wahasah kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Kabupaten Sumenep. Senin (6/1/2020)

Sementara, kata Kabid Wahasah masyarakat yang sudah melakukan perekaman dan belum mendapatkan e- KTP, hanya surat keterangan (Suket) saja sebanyak 20 ribu, Print Ready Record (PRR) yang belum tercetak sekitar 15 ribu,

“Prediksi kami, pemula yang belum rekam yang akan memasuki umur 17 tahun sampai akhir 2020 kisaran 15 ribu, sehingga kami mengajukan anggaran kepada Pemerintah daerah sebanyak kebutuhan blanko e-KTP 50 sampai 70 ribu,” jelasnya.

Wahasah sangat optimis, apabila permohonan dana hibah di setujui oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk pembelian blanko e-KTP ke pusat maka, bisa mencakup kebutuhan e-KTP di tahun 2020.

“Sesuai dengan UU dan peraturan yang ada untuk blanko e-KTP harus melalui pemerintah pusat, tidak sama dengan blanko KK, blanko KIA, Akte Kelahiran dan Akte Kematian yang pengadaannya pemerintah daerah,” ungkapnya.

Ditahun 2020 ini, kata Kabid Wahasah, tetap dengan program dan pola lama yaitu pelayanan jemput bola, pengadaan mobil keliling untuk pelayanan, cetak dokumen di Kecamatan, termasuk di Kecamatan yang ada dikepulauan.

Untuk pengadaan mobil pelayanan keliling kami masih mengajukan dan semoga bisa di setujui. “Dengan pelayanan yang maksimal seperti dengan adanya tanda tangan elektronik tidak perlu minta tanda tangan Kepala Dinas,,” ucapnya.

“Ada empat UPT di Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep sudah mencetak sendiri seperti, KK, Akte Kelahiran dan KIA,” tuturnya.

Wahasah menyebutkan pula bahwa ada beberapa alat perekam e-KTP yang mengalami kerusakan seperti di UPT Masalembu, UPT Nong-gunong, UPT Kangayan. “Kami melakukan pengajuan peremajaan alat perekaman, karena alat tersebut banyak yang sudah rusak, sehingga perlu peremajaan demi tercapainya pelayanan yang maksimal,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE