Dipicu Rasa Cemburu, Suami Meregang Nyawa Usai Gorok Leher Istri

797

Malang, Sigap88 – Seorang pria warga Jl. Raya Klampok Rt 03 Rw 06, Dusun Bonjati, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tega mnggorok leher istrinya sendiri.

Diduga rasa cemburu menjdi pemicu, Mohamad Choirul, menghabisi Astuti (34) yang merupakan istri pelaku, dianiaya dengan sebuah gergaji pada hari Sabtu sekira pukul 14.45 WIB (09/05/20).

Akibatnya, salah satu rat di leher Astuti, terputus. naasnya, setelah melakukan perbuatan keji, Mohamad Choirul, malah nyaris meregang nyawa dengan meloncat dari lantai dua rumah nya.

Akibat dari luka gorok yang dialami, Astuti dilarikan ke rumah sakit Marsoedi waluyo dengan luka dibagian leher yang sangat serius dan masih dalam keadaan kritis, kemudian dirujuk ke RSSA Malang.

Kronologis yang berhasil dihimpun awak media, “sesaat sebelum penggorokan terjadi, korban sedang menonton TV bersama kedua anaknya di ruan tamu,” Ungkap Kades setempat kepada Sigap88, seusai prosesi pemakaman.

Hal senada juga terungkap dari Koolsek Singosari AKP Frid Fatoni, “pelaku datang dan mengajak kedua anaknya kedalam kamar dan mengunci pintunya. Setelah itu pelaku menghampiri istrinya dan terjadi percekcokan.

“Pelaku mengambil gergaji kayu di dapur dan menggorok korban di bagian leher.” Terang Kapolsek Singosari AKP Farid Fatoni.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku mencoba bunuh diri dengan cara meloncat dari atap lantai 2 rumahnya. “Setelah menggorok leher korban, pelaku lantas mencoba bunuh diri dengan naik ke atap rumah lantai 2 dan loncat dari atas genting.” Imbuhnya.

Pelaku yang masih bisa di selamatkan, selanjutnya diamankan warga untuk kemudian dilarikan ke IGD Puskesmas Singosari. Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku dinyatakan boleh di bawa pulang oleh pihak puskesmas, dan langsung dibawa ke polsek singosari.

Namun, saat di Polsek Singosari, kondisi korban semakin menurun. saat dilakukan penyidikan, pelaku belum sempat menjawab semua pertanyaan dari tim penyidik Polsek Singosari, lantaran pelaku mengalami muntah darah, sehingga petugas penyidik memutuskan untuk dibawa kembali ke Puskesmas. Tapi, belum sampai di Puskesmas Singosari, pelaku meninggal dunia.

“Sesampai di Polsek Singosari, kondisi pelaku sempoyongan dan muntah. Selanjutnya petugas memangil ambulans dan dibawa ke Puskesmas Singosari, namun dalam perjalanan pelaku meninggal dunia.” Terang Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono membeberkan hasil visum luar yang dilakukan terhadap pelaku di RSSA Malang, bahwabpelaku tewas disebabkan adanya benturan yang sangat keras pada kepala dan dada pada saat pelaku mencoba melakukan tindakan bunuh diri dengan meloncat dari ketinggian.

“Berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan visum luar, disimpulkan bahwa adanya sumbatan selaput darah tebal otak atau selaput darah pecah sebagai akibat dari benturan di kepala saat pelaku jatuh dari atap lantai 2.” Pungkasnya. (Putra)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE