Dinsos Sumenep: Program Sembako Dipastikan Akhir Februari Terealisasi

512

Sumenep | Sigap88 – Perubahan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) program pemerintah tahun 2019 menjadi Program Sembako tahun 2020 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur akan segera di laksanakan akhir bulan Februari 2020.

Hal itu di sampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Muhamad Iksan, saat di temui di ruang kerjanya oleh tim SIGAP88.com. Senin (10/02/2020)

“Sesuai jadwal hari Kamis (13/2) akan di adakan sosialisasi dengan Kepala Desa dan TKSK tentang mekanisme penyaluran Bantuan sembako dan apabila di beberapa Desa sudah selesai sosialisasi maka, besoknya bisa di laksanakan pencairan bantuan sembako,” ungkap Kadis Iksan.

Program sembako menurut Kadis Iksan setiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat) akan mendapatkan dana sebesar Rp 150.000 melalui ATM KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang di gesekkan melalui e-warung atau agen.

“KPM bisa mencairkan dananya dengan menukarkan sembako berupa beras, daging, telur, sayuran dan buah buahan ke e-warung atau agen yang ada,” kata Iksan.

Untuk program sembako ini kata mantan Kabit Disparbudpora, e-warung bisa mencari sendiri barang yang di minati oleh KPM, dan mengenai beras harus benar-benar yang premium (bagus) sehingga tidak ada lagi keluhan beras tidak layak konsumsi.

“KPM Kabupaten Sumenep sebanyak 114.000 dengan rincian 60.000 adalah program PKH dengan ketentuan langsung terima uang, dan 54.000 penerima program sembako, yang kesemuanya terkafer oleh Kementrian Sosial yang datanya di ambil dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” terangnya.

Disinggung mengenai beberapa Desa di beberapa Kecamatan belum menerima daftar KPM, Kadis Sosial Muhamad Iksan menegaskan, untuk daftar KPM Dinas Sosial telah menerima dari Kementrian Sosial, sehingga dalam waktu dekat akan segera mengirimkan daftar KPM ke semua Kecamatan atau Camat bisa langsung proaktif minta ke Dinas Sosial.

“Untuk daftar KPM kami sudah ada namun terkait dengan KKS yang KPM banyak belum menerima, kemungkinan keterbatasan blanko atau tenaga sehingga tidak cepat tertransfer dari Bank Mandiri ke daerah,” tegasnya.

Mengacu kepada intruksi dari Kementrian Sosial, apabila belum di adakan sosialisasi program sembako tidak boleh di luncurkan. “Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap Camat dan TKSK juga PKH pada hari Selasa (4/2) dan akan dilanjutkan dengan memberikan sosialisasi kepada Kepala Desa, dan dimungkinkan dalam akhir bulan Februari progaram sembako bisa terealisasi,” tegasnya. (Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE