Dinkes Sumenep Dapat Bantuan Masker Bedah dan Masker N95 Dari STPI, PT Garam Persero

110

Sumenep | Sigap88 –Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura telah mencapai lebih dari 60 kasus sehingga Kabupaten Sumenep masih bertahan di Zona merah.

Namun, dari ganasnya Covid-19 warga Kabupaten Sumenep banyak yang menderita penyakit Tuberculosis atau lebih dikenal dengan penyakit TBC.

Sesuai dengan data yang ada, di tahun 2018 TBC merupakan penyakit yang sangat mengerikan dan merupakan penyakit dengan angka kematian sampai mencapai 93.000 jiwa, secara global seluruh Indonesia.

Bahkan, Kabupaten Sumenep di tahun 2019 menyumbang sangat banyak penderita TBC yang sampai meninggal, dengan jumlah 1.875 jiwa.

Sehingga virus TBC ini sangat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, maka virus TBC juga menjadi prioritas pencegahannya dengan tetap memperhatikan pemberantasan virus Covid-19.

Maka dari itu Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim, M. Si menyampaikan kepada awak media saat dirinya selesai menerima bantuan APD Masker bedah dan masker N95 dari Stop TBC Partnershio Indonesia menyampaikan, untuk memutus peredaran virus TBC harus aktif memakai masker.

“Untuk mencegah penularan TBC kita harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) yaitu masker,” kata Bupati Busyro.

Menurut Bupati Busyro, persediyaan masker khusus TBC di beberapa Puskesmas masih tersedia. “Persediaan masker khusus TBC masih ada di beberapa Puskesmas, walaupun diakui harus pesan lagi untuk persediaan,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Agus Mulyono mengatakan, penularan virus TBC hampir sama dengan penularan Covid-19.

Menurutnya di tahun 2019 penderita TBC sangat banyak, bahkan pasien suspect TBC terus bertambah. “Penderita TBC yang dicurigai segera akan ditindak lanjuti dengan yang positif. Sekitar 1000 lebih itu adalah mereka yang sudah diidentifikasi melalui aktif kesfainding (Banyak).

Pihaknya juga berkomitmen untuk segera menanggulangi permasalahan ini dengan banyak memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya virus TBC, Covid-19 atau virus yang lain.

Dijelaskan oleh Kadinkes Agus bahwa ada perbedaan antara TBC dengan Covid-19, kalau TBC merupakan penyakit kronis, sedangkan Covid-19 adalah penyakit yang akut.

“Virus TBC dan Covid-19 sama-sama virus yang sangat berbahaya sehingga perlu penanganan yang sangat serius,” terangnya.

Diketahui, STPI bersama PT. Garam (Persero) dan Baznas menyerahkan bantuan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep sebanyak 8.300 pcs masker bedah dan 200 pcs masker N95. (Koes)

Editor : Tim SIGAP88
sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE