Dinilai ‘Amburadul’, Birokrasi Pemkot Pasuruan Butuh Reformasi

650

Pasuruan, Sigap88 – Pasca penanaman 2000 pohon dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke- 335, yang dilakukan DPC Pospera Kota Pasuruan, pemuda besutan aktifis 98 ini terus mulai menyoroti kinerja birokrasi dilingkup Pemerintah Kota Pasuruan.

Sorotan terhadap Birokrasi Pemkot di momen hari jadi kota Pasuruan ini, terkait dengan tatanan birokrasi yang dinilai ‘Amburadul’ dan tidak berjalan sesuai dengan regulasi yang ada.

Hal itu dikatakan salahsatu tokoh masyarakat dan sekaligus Dewan Pembina DPC Pospera Kota Pasuruan Amin Suprayitno, pasca menghadiri undangan kunker Kesbangpol dan DPRD Propinsi dalam kegiatan pembahasan Raperda Tentang Pemberdayaan ormas, di Ruang Rapat Untung Suropati (Unsur) Pemeritah kota Pasuruan, pada Selasa (9/2).

Dalam kesempatan ini, Amin meminta agar pemberdayaan Ormas maupun Lsm, lebih diperhatikan, terlebih mengenai dana pemberdayaan yang dinilai diskriminatif.

“Terutama masalah anggaran pemberdayaan organisasi, Bakesbangpol harus lebih adil dan perlu adanya pendataan terkait dengan kegiatan yang dilakukan Ormas di Pasuruan Kota,” Pintanya.

Seharusnya, Bakesbangpol tidak pilih – pilih dalam memberikan anggaran,dan semua organisasi pasti ada kegiatan yang dilakukan, “Memang ada skala prioritas, tapi janganlah pilih kasih. Lsm, juga harus mendapatkan dana pemberdayaan sesuai dengan kegitan yang dilakukan. toh kalaupun tidak ada kegiatan, mereka juga butuh ATK,” Tandas Amin.

“Dan ini adalah regulasi yang tidak terputus dalam pembinaan anggaran dan seberapa eksis ormas dalam melakukan kegiatan, ini harus bener – bener dipantau oleh dinas terkait,” Cetusnya.

Selain itu menurut Amin, Banyaknya program Pemerintah Kota Pasuruan, khususnya dibidang pelestarian alam dan Penanggulangan Bencana, dalam hal ini meliputi Dinas Pertanian, Perikanan dan DLH- KP serta BPBD Kota Pasuruan.

“Program dari Pemerintah, tentang pelestarian alam dan penanggulangan bencana di Kota Pasuruan, ini hampir tidak pernah kita jumpai. saya kawatir nanti akan ada kegiatan fiktif terkait dengan dua program yang sangat urgent itu,” Ungkap Amin.

Ungkapan Amin, ini bukanlah tanpa alasan, akan tetapi, selama birokrasi didalam roda pemerintahan beberapa tahun sebelumya, jarang sekali ada yang namanya kegiatan pelestarian alam maupun dalam menanggulangi bencana banjir misalnya, dan penanaman bibit pohon maupun penebaran benih ikan yang dilakukan.

“Selama ini, apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah terhadap lingkungan disekitar kita. secara tidak langsung, alam ini adalah kebutuhan didalam keberlangsungan kehidupan kita. jadi, harus kita jaga dan pelihara dengan baik,” Cetus Amin.

Di era yang modern, lanjut Amin, “Kita perlu adanya kemajuan teknologi di dalam pembangunan kita. akan tetapi, hal itu harus diimbangi dengan program – program pelestarian lingkungan, misalnya menjaga sungai agar tetap bersih dan tidak tercemar limbah, dan menanam pohon ditiap sudut kota. ini akan berdampak positif bagi masyarakat secara luas,” Lanjutnya.

Pria yang akrab disapa ‘Hulk’ juga mengatakan, bahwa kegagalan yang terjadi dalam birokrasi pemerintahan selama ini, akan menjadi tantangan didalam pemerintahan Walikota Pasuruan Gus Ipul dan Adi Wibowo, selama 4 tahun ke depan untuk melakukan reformasi birokrasi agar visi dan misi yang telah ditata, berjalan secara maksimal.

“Ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Gus Ipul dan Mas Adi, dalam melakukan reformasi terhadap birokrasi Pemerintahan yang sekarang, agar bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan sesuai dengan visi dan misi,” Katanya.

Namun, sambung dia, “Apabila Gus Ipul dan Mas Adi, ini tidak melakukan reformasi terhadap birokrasi dengan baik dan berhati – hati, saya pastikan, Gus Ipul dan Mas Adi, akan gagal dalam memimpin kota Pasuruan ke depan,” Pungkasnya. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE