Dimotori GP Sakera, Elemen Masyarakat Adakan Aksi

0
0

Situbondo, SIGAP88 – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, GP Sakera, LPKP2HI, LPKPN, S one beserta masyarakat Situbondo melakukan aksi demo di 3 titik yaitu Kejaksaan Negeri Situbondo, Inspektorat Kabupaten Situbondo dan terakhir Mapolres Situbondo.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB berangkat dari kantor Gp sakera diikuti oleh ratusan warga. Ada 4 orator yakni Hisbun dari LPKPN, Ozi dari LPKP2HI, dan Fatoni dari GP Sakera.

Keempat orator menyoroti tentang kinerja Kejaksaan Negeri selama setahun terakhir ini yang menurut orator masih jauh sangat jauh dari harapan.

Orasi di depan Kejari Situbondo di tutup oleh Ketum GP Sakera Syaiful Bahri yang juga sebagai koordinator dan penanggung jawab aksi demo.

Dalam isi orasinya Bang Ipoel mengatakan “Saya sangat kecewa dengan kinerja kejaksaan selama setahun ini, bagaimana saya tidak kecewa Laporan saya terkait Prona sudah hampir setahun tidak ada pemberitahuan perkembangan dan hanya di janji-janjikan terus, bahkan ada info dari salah satu kades bahwa Kasus Prona menurut Kejari sudah selesai”.

“Saya juga kecewa terkait penanganan Kasus UP DPRD, dimana hanya Bendahara dan Staff yang hanya di jadikan Tersangka, sedangkan pimpinannya lenggang kangkung dan tidak tersentuh padahal ini bukan kasus gratifikasi ataupun kasus suap”.

“Dan kasus terakhir yang sempat heboh adalah Kasus TKD ( Tanah Kas Desa ) Demung dan Langkap yang tidak melalui proses lelang dan hasil sewa tidak di masukkan dalam Kas Desa tapi hanya di kenakan kesalahan administrasi”.

“Jika di bandingkan dengan kasus TKD Sumberejo yang sudah melalui proses lelang dan uang hasil lelang juga di masukkan ke Kas Desa tapi dengan upaya berlebih hingga kasusnya naik ke meja hijau padahal jika mengacu ke Kasus Demung yang di masukkan ke Perjanjian Kerjasama dalam SKB pasal 7 ayat 5 point b, Kasus TKD Sumberejo jika menggunakan dasar yang sama bisa mengacu ke point c tentang Diskresi maka Kasus TKD Sumberejo masuk dalam ranah kesalahan administrasi tapi tidak dilakukan dan di masukkan ke pasal 2 dan 3 UU Tipikor yang sudah di anulir dengan putusan MK ( Mahkamah Konstitusi ) dimana kerugian negara yang semula masuk delik formil menjadi delik materil”, lanjutnya.

Masih dalam orasi Bang Ipoel, “Bahwa akan ada demo ke Kejati dan tidak menutup kemungkinan akan demo pula di Kejagung agar pusat tahu bagaimana kinerja Kejari Situbondo”, tegas Ketum GP Sakera.

Setelah mengadakan aksi di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo selanjutnya massa berlanjut ke Inspektorat dan Polres Situbondo. (Ony).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE