Diduga Lakukan Pungli Prona, Warga Desa Jati Urip Datangi Kantor Desa

0
543

AProbolinggo, SIGAP88 – Warga Desa Jati Urip merasa kecewa lantaran siang tadi sekitar pukul 10.00 WIB tidak bisa bertemu dengan kades Jati Urip sewaktu mereka mendatangi kantor desa Jati Urip guna menyampaikan aspirasinya kepada kepala desa Jati Urip, kecamatan Krejengan, kabupaten Probolinggo, Rabu (16/05).

Kedatangan 10 orang warga desa Jati Urip ke kantor desa dengan harapan agar kepala desa Jati Urip berkenan mengembalikan uang biaya pengurusan sertifikat Prona/PTSL yang rata-rata besarnya Rp 1,700,000/sertifikat tanah, bahkan ada pula yang dikenakan biaya sampai Rp 2,000,000.

Perlakuan berbeda diberlakukan oleh pemdes Jati Urip terhadap pemohon Yang notabene adalah Kanit intel Polsek Krejengan terkait biaya pengurusan sertifikat Prona/PTSL.

Kepada media Sigap88 dan di hadapan warga pemohon lainnya, Kanit intel Polsek Krejengan mengatakan “Saya dikenakan biaya lima ratus ribu”, ujarnya.

Kepada media Sigap88, seorang warga Jati Urip yang bernama Lukman mengatakan “Pak tinggi (kades Jati Urip) telah berjanji akan mengembalikan dana hari Kamis (17/5/2018), jadi sebelumnya kami ingin pak tinggi (kades Jati Urip) menyampaikan di depan banyak orang, juga menanda tangani surat pernyataan. Ini kami buatkan pernyataan yang harus ditanda tangani paktinggi (kades Jati Urip)”, ungkapnya sembari menunjukkan map berwarna hijau yang berisi surat pernyataan.

Lukman menambahkan “Kami lakukan seperti ini sesuai saran dari Sip (Sipyani-perangkat desa Jati Urip) yang menyarankan kami supaya menemui paktinggi (kades Jati Urip)”, imbuhnya.

Warga desa Jati Urip lainnya menimpali, Baharudin mengatakan “Tadi malam warga melakukan musyawarah dan memutuskan akan bersama-sama menemui pak tinggi hari ini (16/5/2018) jam sepuluh pagi di kantor desa”, timpalnya.

Adapun warga menunggu kedatangan kepala desa Jati Urip di kantor desa Jati Urip selama kurang lebih 1,5 jam hingga pukul 11.40 WIB.

Surat pernyataan yang dibuat oleh warga pemohon untuk ditanda tangani kades Jati Urip tersebut diserahkan kepada Kanit intel Polsek Krejengan yang notabene adalah juga sebagai warga desa Jati Urip kecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo.

Yang masih bertahan di kantor desa Jati Urip untuk menunggu kepala desa Jati Urip adalah Baharudin, Lukman, Babinsa Jati Urip dari Koramil 0820/13 Krejengan, Kanit Polsek Krejengan dan Sekdes Jati Urip.

Bahwasanya pemohon sertifikat yang notabene adalah warga desa Jati Urip sepakat meminta bantuan kepada Kanit intel Polsek Krejengan dan Babinsa Jati Urip dari Koramil 0820/13 Krejengan guna atasi permasalahan tersebut supaya dilakukan mediasi terkait pengembalian dana oleh kepala desa Jati Urip.

Tak lama kemudian, Sipyani perangkat desa Jati Urip datang di kantor desa, terjadi dialog yang hangat di antara mereka berenam yakni Baharudin, Lukman, Sekdes Jati Urip, Babinsa Jati Urip Koramil 0820/13 Krejengan, Kanit intel Polsek Krejengan, dan Sipyani perangkat desa Jati Urip, sehingga dengan adanya dialog tersebut menghasilkan suatu solusi.

Ketika dihubungi media Sigap88 melalui handphone, Baharudin mengatakan “Besok (17/5/2018) jam 9 pagi akan ada pengembalian uang, kalau pak tinggi (kades Jati Urip) tidak mau ngasi, maka Sipyani bersedia bertanggung jawab, dia yang akan kembalikan uang warga sebanyak 20 orang yang tadi datang ke kantor desa”, tandasnya. (TW).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE