Diduga Bakal Ada Tersangka Baru Pada Proyek Instalasi dan Rehabilitasi Pipa PDAM Merawang 2016

0
51

Pangkalpinang, SIGAP88 – Setidaknya sudah Empat orang yang sudah di tetapkan sebagai tersangka dan telah di lakukan penahanan dua orang rekanan/ kontraktor oleh Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung yaitu korupsi proyek instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong Merawang tahun 2016 di Kementerian PU Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berinisial AL dan PE.

Dua tersangka lain yaitu dua orang pegawai negeri sipil berinisial AR sebagai Kepala Satker dan ML sebagai PPK PJPA Provinsi Bangka Belitung yang belum di tahan.

Seperti yang di katakan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Babel Roy Arland SH, dirinya membenarkan adanya penahan Dua orang tersangka kasus Tipikor Pipa Merawang oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

“Iya, penahanan dua orang tersangka kasus Tipikor Pipa Merawang sudah kiami lakukan sedangkan untuk dua orang terangka lain segera menyusul ” kata Roy Arland , Senin (15/10) kepada Wartawan.

Informasi yang di himpun wartawan, selain itu juga ada beberapa orang lagi yang di Duga terlibat dalam pusaran kasus Tipikor Pipa Merawang, mereka ini baru berstatus saksi.

Sebelumnya diketahui proyek Rehabilitasi jaringan pipa PDAM Merawang Bangka itu dikerjakan tahun anggaran (TA) 2016 lalu dengan nilai Rp 4,7 M dan meliputi dua item pekerjaan, yaitu pekerjaaan pemasangan Intik dan pekerjaan Rehabilitasi Pipa dari Kulong Merawang menuju Bak Penampungan PDAM di samping Masjid Jamik Kota Sungailiat Kabupaten Bangka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, hasil penghitungan audit BPK yang keluar pada bulan Oktober 2018, kerugian Negara mencapai Rp 2,9 miliar, kendati demikian pihak tersangka sudah mengembalikan Kerugian Negara kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp 1,9 miliar.

Di ketahui sebelumnya , Mantan Kajati Babel , Happy SH. MH mengataKan kepada wartawan beberapa waktu yang lalu

” Kita melihat ada perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan secara bersama-sama, yakni mulai dari awal lelang proyek hingga di pertegas hasilnya yang tak sesuai dengan perencanaan karena tidak berfungsi.

Hasil ekspos semakin jelas adanya tindak pidana korupsi dan Kami berkesimpulan kesalahan proyek sejak dari awal perencanaan.

Dengan begitu kami berkesimpulan kerugian proyek tersebut adalah total lost,” katanya. (Imw)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE