Desak Penerbitan Sertifikat Alm.Djailani, BPN Pasuruan Dinilai Lamban

0
0

Pasuruan, Sigap88 – Menidaklanjuti terkait dengan kedatangan Nasrul ke kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pasuruan, sebagai penerima kuasa dari Alifah (60) selaku ahli waris atau istri dari almarhum Muhammad Djailani Latif (75) pemilik tanah yang terletak di Jl. Pulih Asrib, Desa Warungdowo, Kecamatan Pojhentrek, kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Kedatangan Nasrul ke kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta kejelasan terkait penerbitan sertifikat pengganti yang hilang yang tak kunjung selesai.

Pada hari Kamis, (21/2/2019), Pihak ART/BPN Kabupaten Pasuruan melakukan pengukuran atas sertifikat tanah milik ahli waris saudara Alifah (60) selaku ahli waris atau istri dari almarhum Muhammad Djailani Latif dan milik Bagiono selaku juga pembeli dengan disaksikan ke dua belah pihak.

Nasrul cs mendesak agar pihak ATR/BPN Kabupaten Pasuruan, secepatnya bisa mengeluarkan sertifikat pengganti atas nama almarhum Muhammad Djailani Latip dengan nomor 54 yang berlokasi di desa Warungdowo seluas 1.425 meter persegi.

“Saya ini mengurus sertifikat pengganti yang hilang atas nama almarhum Muhammad Djailani Latif sudah dua tahun ini belum juga selesai, kita sudah laporan polisi dan semua syarat sudah kita ajukan untuk meminta pihak terkait supaya mengeluarkan sertifikat pengganti”. Kata Nasrul.

Molornya proses penerbitan sertifikat pengganti atas sertifikat yang hilang oleh pihak BPN itu diduga karena terjadinya tumpang tindih adanya penerbitan sertifikat baru milik dari saudara Bagiono yang juga sebagai pembeli dengan sertifikat lama milik dari almarhum Muhammad Djailani Latip.

Seperti yang telah disampaikan Nasrul, bahwa sebagian tanah milik dari ahli waris Alifah yang sudah dijual oleh almarhum suaminya semasa hidup dengan luas kira kira 650 meter persegi dengan luas keseluruhan kurang lebih 1.425 meter persegi dan selebihnya masih milik ahli waris istri dan juga anak dari almarhum.

“Urus punya urus pihak Bagiono ini telah mengajukan sertifikat ini melalui prona dan letter C nya ikut tanah yang dia miliki, lalu digabungkan dengan tanah yang dia beli dari almarhum Latip,” Ungkap Nasrul. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE