Desa Guluk Guluk layak Menjadi Desa Pemekaran

0
73

Sumenep SIGAP88- Dari hasil rapat Sosialisasi dan Pembentukan Panitia Pergantian Antar Waktu (PAW) desa Guluk-guluk yang di selenggarakan pada Selasa,(28/11) menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat.

Pasalnya cara pemilihan panitia tambahan yang dilakukan oleh panitia inti diduga hasil permainan ‘siluman’.

Tambahan kepanitiaan penyelenggaraan PAW desa Guluk-guluk menjadikan beberapa Aktivis Sumenep angkat bicara.

Rasyidi selaku Sekertaris Umum Komunitas Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) Sumenep menyampaikan, setelah membaca beberapa dugaan yang diberitakan beberapa media online dan cetak hal ini harus membuatnya angkat bicara

“Cara penunjukan panitia yang sudah tertulis itu harus ada perombakan ulang demi kenyamanan terselenggaranya pemilihan nanti”. terang Rasyidi

Rasydi menambahkan, ada kurang lebih 14 ribu hak pilih di Desa Guluk-guluk, secara gamblang desa Guluk-guluk pantas menjadi Dua desa, demi terselenggaranya Adiministrasi yang baik, sehingga nantinya tidak ada tokoh yang termarginalkan.

“saya sudah bilang beberapa kali, jangan melangkah ke PAW dulu, saya yakin PJ Kades Essur itu masih memeliki rencana yang menurut saya lebih tertata”.terangnya

Dia menambahkan, paling tidak menurutnya, PJ kades yang baru masih seumur jagung tersebut mampu membentuk Desa Guluk-guluk menjadi dua desa

“masa’ PJ hanya dijadikan jembatan untuk melangkah ke PAW, meski tak tertulis di undang-undang PJ Kades kan juga memiliki hak dan Wewenang di desa Guluk-guluk”.terangnya

Sekertaris Umum KOMPAK ini berharap, hal ini harus menjadi kajian inti melihat dugaan keteledoran dalam pembentukan kepanitiaan PAW.

Menurutnya, sudah banyak sorotan dari LSM dan Aktivis Luar madura menilai cara main tunjuk itu sudah bukan cara yang demokratis lagi.

Reza Farian Aktifis PAKSA (Pasukan Anti Korupsi Siap Aksi) Jawa Timur menilai perihal cara pemilihan kepanitiaan tambahan tersebut kurang memuaskan.

“setelah mendengar BPD dan Para Tokoh di kumpulkan di balai desa terkait dengan pembentukan kepanitiaan tambahan itu, bagi saya jika memang sudah ada oret oretannya untuk apa harus berkumpul di balai desa, mending mediakan saja melaui sms atau via lain, agar tokoh yang lain yang hadir tidak merasa termarginalkan”, ucapnya saat di temui awak media di Jl: pisang kipas malang.

Dirinya menambahkan, pihaknya lebih setuju jika desa Guluk-guluk jangan terlalu gegabah untuk PAW, beri kesempatan PJ Essur untuk menunjukkan kemampuan dan rencananya.

Setelah di konfirmasi pada PJ Essur terkait rencana pemekaran desa pihaknya memang setuju untuk menjadikan desa Guluk-guluk ada pemekaran desa.

“sebenarnya begitu, hanya saja kenapa saya tidak bicara karena saya takut di bilang ambisi. Itu aja, ucap PJ Kades melalui via telepon dan langsung memutuskan panggilan. (Koes)

Komentar
Content Protection by DMCA.com