DD Bisa Dipergunakan Untuk Bencana

0
782

Sesuai Permendes

Sumenep | sigap88 – Memasuki musim kemarau di kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sesuai data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) ada 27 desa yang akan mengalami kekeringan.

Diantaranya, 10 desa masuk kekeringan kritis dan 27 desa masuk zona kekeringan langka.

Sehingga, sangat diperlukan antisipasi penanggulangan tersebut dengan menganggarkan tandon atau embung dari angaran Dana Desa (DD).

Seperti yang disampaikan oleh kepala Dinas DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, salah satu prioritas penggunaan DD terhadap penyediaan infrastruktur Khususnya penyediaan air bersih.

“Kami sepakat dan kita bersinergi apa yang menjadi kebijakan pusat, daerah dan desa dalam mengamanatkan perencanaan Nasional dan perencanaan tingkat daerah,” kata Kadis Ramli

Pihaknya, akan menindak lanjuti terhadap desa yang masuk kepada peta rawan kekeringan sesuai data yang telah diterima dari BPBD. “Kami akan mengawal bagaimana kesulitan atau rawan air itu bisa diatasi,” ungkap Ramli.

“Untuk mengatasi hal tersebut harus menyediakan sarana dan prasarana seperti, pembangunan embung atau penyediaan tandon melalui penggunaan Dana Desa,” jelasnya.

Sejauh ini kata Ramli, sudah kordinasi dengan BPBD, desa mana yang betul betul krisis air, sehingga pemetaan pembangunan untuk penyediaan air melalui DD betul tepat guna.

“Kami akan kawal desa untuk APBDesnya agar bisa memberikan solusi terhadap potensi bencana kekeringan karena sesuai dengan Permendes Dana Desa bisa dipergunakan untuk bencana,” tegasnya.

Bahkan, Kadis DPMD ini dengan tegas mengatakan, apabila sudah ada status bencana tidak harus menunggu perubahan APBDes (Anggaran Pendapatan Belanja Desa). “Sekarangpun bisa dilakukan, bisa dilakukan eksekusi dalam mengatasi bencana,” tandasnya. (Koes/Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE