Dalam Masa Pemeliharaan, Proyek Taman Alun-alun Sudah Dilakukan Perawatan Oleh DLH-KP. Misbah: Ini Ada Apa ?

0
209

Pasuruan, Sigap88 – Proyek Pekerjaan Peningkatan Taman Alun – alun Kota Pasuruan, dengan anggaran miliaran rupiah, dinilai oleh sebagian masyarakat, khususnya masyarakat kota Pasuruan, terlalu berlebihan.

Pasalnya, proyek yang hanya peningkatan tanpa adanya pembangunan infrastruktur yang megah itu dinilai sangat sederhana, namun memakan biaya hingga 5,5 miliar lebih, hal itu menimbulkan berbagai pertanyakan di kalangan masyarakat.

Tidak hanya itu, peningkatan taman Alun – alun yang sempat molor beberapa hari itu, yang baru selesai bulan Desember 2018 kemaren, sudah dilakukan perubahan pada penempatan lampu penerangan taman, sedangkan proyek itu masih dalam masa pemeliharaan.

Menyikapi hal itu, Misbah, pengurus Lsm M- Bara Kota Pasuruan menyayangkan terkait dengan perubahan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan, “Proyek peningkatan taman Alun – alun ini kan baru selesai bulan kemaren, artinya segala sesuatunya apabila ada kerusakan dan ketidaksesuaian dilapangan itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan karena masih dalam masa pemeliharaan selama 6 bulan kedepan,” kata Misbah, Jum’at (4/1/2019).

Menurutnya, (Red- Misbah) ia juga menilai terkait dengan dana perawatan dari DLH- KP yang diperuntukan taman Alun – alun tersebut disinyalir ada kongkalikong antara pihak dinas dan rekanan.

PT Banner BaitiSholawat

“Untuk dana perawatan sendiri, saya menduga disitu ada kongkalikong antara pihak dinas dengan pihak rekanan, untuk menyiasati agar tidak ada yang namanya pemeliharaan karena sudah memakai dana perawatan,” ungkapnya.

Misbah juga menambahkan, diketahui bahwa untuk melakukan perawatan Alun – alun, pihak DLH- KP mengerahkan seluruh pegawai harian lepas tidak hanya untuk melakukan perawatan saja, tapi untuk pembenahan yang seharusnya itu meniadi tanggungjawab pihak rekanan.

“Pegawai harian lepas DLH- KP, semua dipekerjakan di Alun – alun tidak hanya untuk perawatan saja, tapi itu bekerja melakukan pembenahan yang seharusnya menjadi tanggungjawab rekanan, hal seperti ini patut kita pertanyakan agar kedepannya bisa lebih transparan dalam penggunaan anggaran” imbuhnya.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan yang resmi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan kota Pasuruan, Rudiyanto. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE