Cegah Covid-19, Mahasiswa UMM Gelar Pelatihan Pembuatan Handsanitizer di Desa Bomo Banyuwangi

724

Banyuwangi | SIGAP88 – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) mengadakan pelatihan pembuatan hand sanitizer, di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 10 Agustus 2020

Hand sanitizer menjadi barang yang sangat dibutuhkan di tengah mewabahnya virus Covid-19. Sebab, barang ini dianggap paling ampuh meminimalisir penularan virus tersebut.

Bahkan, penggunaan hand sanitizer juga menjadi wujud imbauan pemerintah untuk menjaga kebersihan, Selain dengan rajin mencuci tangan setiap harinya.

Tafa’ul Karimatuzzuhro atau yang akrab disapa Tama, selaku Koordinator PMM UMM kepada sigap88.com, Kamis,13 Agustus 2020, mengatakan dalam upaya pencegahan, penyebaran dan penularan Covid-19 di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pihaknya berinisiatif melakukan peracikan hand sanitizer dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan pastinya aman untuk digunakan seperti Alkohol 96%, H2O2 3%, Gliserol 98%, dan aquadest/air.

“Cairan ini berfungsi sebagai antiseptik seperti hand sanitizer pada umumnya,”terang Tama

Dengan bahan yang mudah didapatkan, masyarakat bisa membuat sendiri cairan pencuci tangan di rumah untuk digunakan sehari-hari.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau cemas jika stok produk hand sanitizer mulai langka di pasaran,” terang Tama

Lanjut Tama, hal ini dilakukan mahasiswa UMM untuk mempermudah pemahaman masyarakat dengan cara praktek langsung membuat hand sanitizer yang benar sesuai standar World Health Organization (WHO).

“Selama kegiatan berlangsung, warga memperhatikan demonstrasi pelatihan dan tetap menjalankan protokol kesehatan” kata dia.

Baca Juga : New Normal di Banyuwangi, Mahasiswa UMM Lakukan Penyuluhan di Puskesmas Badean

Dijelaskan Tama, hasil dari pembuatan hand sanitizer ini dibagikan kepada masyarakat sekitar yang dapat menjawab pertanyaan seputar Covid-19.

“Penggunaan hand sanitizer ini praktis apabila kita sedang dalam perjalanan tidak menemukan tempat cuci tangan. Tetapi cuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih baik dan efektif dalam membunuh kuman dibandingkan hand sanitizer.”ujar Tama

Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan informasi dari WHO tentang Covid-19 yang ada kemungkinan penyebaran lewat udara.

Sementara, dalam demo peracikan hand sanitizer ini pihaknya didampingi Indah,MM.Kes, selaku PJ Mutu Puskesmas Badean Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Indah mendukung kegiatan ini karena masih banyak informasi di media yang salah tentang pembuatan hand sanitizer.

“Pembuatan hand sanitizer ini membutuhkan takaran yang sesuai agar kadar konsentrasi alkoholnya efektif membunuh kuman, tidak asal buat” terang Indah

Kegiatan Pembuatan Handsanitizer ini diharapkan masyarakat bisa membuat sendiri untuk menjaga diri dari wabah yang sedang kita hadapi saat ini dan dapat meracik sendiri hand sanitizer.

“Sehingga nantinya, warga Desa Bomo dapat membuatnya untuk ditempatkan di rumah masing-masing, khususnya di tempat-tempat yang dapat diakses dengan mudah.Ini juga sebagai cara untuk mengingatkan agar setelah beraktivitas penting untuk menjaga kesehatan dengan mencuci tangan agar terhindar dari virus Corona,” ucapnya.

Tak lupa, Arina Restian.,M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapang PMM UMM sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa bimbingannya yang ikut serta pada pemberlakuan New Normal dan atas inovasi terbarunya membuat Handsanitizer

Sementara, Hamzah Al Ghifari salah satu anggota PMM UMM berharap dari pembuatan Handsanitizer membantu warga sekitar karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan.

Ia memberikan arahan dan himbauan untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan untuk beraktivitas kembali serta dapat menyesuaikan kehidupan dengan adanya covid-19 agar dapat membantu memutus penyebaran virus covid-19.

“Dengan berjalannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat membuat hand sanitizer secara mandiri dan menggunakannya agar penyebaran Covid-19 di Jawa Timur khususnya Banyuwangi dapat diatasi” tandas Hamzah.

Pada pelaksanaan PMM di Desa Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini terdiri atas tiga orang Mahasiswa UMM diantaranya Tafa’ul Karimatuzzuhro, Amira Nurfy dan Hamzah Al Ghifari (Gif/red/Han)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE