Bupati Sumenep Hadiri Sosialisasi Peraturan Presiden 2019

668

Sumenep | Sigap88 – Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim, M.Si, pagi tadi menghadiri Sosialisasi tentang Peraturan Presiden Nomer 80, Tahun 2019, yang di laksanakan di Aula Gedung Pemerintah Daerah (Pemkab). Rabu (12/02/2020).

Hadir dalam acara Sosialisai Peraturan Presiden, Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Kadishub Jawa timur, Perwakilan Bapeda Provinsi, Staf beserta jajarannya, Para pimpinan UPT, PT. Garam, Camat se-kabupaten Sumenep.

Dalam acara tersebut, Bupati Sumenep, Dr KH. A Busyro Karim, M.Si, menyampaikan dari isi pidatonya tentang Sosialisai Peraturan Presiden Nomer 80, Tahun 2019, Pasal 1 Ayat 4, yang initinya menentukan percepatan tentang pembangunan ekonomi dikawasan gerbang kota susilo, kawasan Bromo tengger Semeru, serta kawasan slingkarmiris dan lintas selatan.

“Sosialisai ini bertujuan agar bisa paham tentang Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2019, dan juga tentang Proyek atau Program Pusat yang diterima oleh Kabupaten Sumenep”. Kata Dr KH. A Busyro.

Dalam Sosialisasi, Bupati Busyro menyampaikan bahwa Proyek yang diperoleh dari pusat untuk kawasan Kabupaten Sumenep seperti, Program Replifasi jalur kereta api kanal dengan anggaran 3 Triliun, Pelebaran Jalan Pamekasan-Sumenep 238 M, Pengadaan Kapal Printis 150 M, Pembangunan Bandara Kangean 241 M, Pembangunan Kapal Cepat antar pulau 50 M, Pengembangan pelabuhan Kangean 210 M, Pengembangan Pelabuhan Pagerungan 170 M, pengembangan pelabuhan Masalembu 170 M, pengembangan pelabuhan Ra’as 170 M, peningkatan kapasitas pelabuhan Kalianget 150 M.

Serta Yang berhubungan dengan sungai-sungai, seperti Sungai Pragaan dengan anggaran 750 M, Industri Garam 173 M, kawasan pendukung madura dan kepulauan 200 M, kawasan pendukung madura dan kepulauan 140 M, tentang program pengembangan minapolitan Madura dan kepulauan 758 M.

“Antara Program-program tersebut, saya harap ada kesiapan dari kabupaten, terutama dari Sektor OPD terkait, karena kita harus menyiapkan banyak hal yang berhubungan dengan program ini”. Kata Busyro.

Busyro juga menegaskan, kita harus terlebih dahulu melihat dari segi tekhnisnya agar program tersebut bisa dibicarakan dengan baik agar tidak ada masalah dikemudian hari yang bisa jadi menghambat Program yang didapat oleh Kabupaten Sumenep.

“Jadi kita senantiasa beryukur karena banyak sekali pada tahun 2020 proyek APBN, kira juga harus di bicarakan, karena ketika nanti sudah masuk di implimentasi kita tidak boleh diam walaupun ini APBN, karena bagaimanapun kita harus terlibat termasuk dari segi pengawasan”. Tegas Busyro.

Busyro berharap dari semua Proyek yang didapat oleh Kabupaten Sumenep, semoga dapat berjalan dengan baik serta lancar tanpa ada permasalahan sedikitpun yang dapat menghalangi Program atau proyek tersebut. Pungkasnya. (Roby)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE