Bupati Sumenep Ajak Warga Berantas Narkoba

21

Sumenep | Sigap88 – Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim, M.Si menjadi Inspektur upacara apel Deklarasi Relawan Anti Narkoba yang berlangsung di Halaman Polres Sumenep. Jum’at (13/11/2020).

Gelar apel Deklarasi Relawan Anti Narkoba dihadiri oleh Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim,, M.Si, ketua DPRD Sumenep, Kapolres Sumenep, Forpimda, OPD Sumenep dan para Kiai, dan relawan.

Bupati Sumenep yang memimpin apel mengajak dalam pemberantasan Narkoba kita diperlukan kebersamaan secara kolektif dan berkelanjutan.

Disampaikan pula oleh Bupati Busyro, Narkoba merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan ketahanan Negara. “Sampai saat ini yang menjadi sasaran adalah para generasi muda mulai tingkat sekolah dan yang lebih parah lagi jenjang anak SD,” jelasnya.

Maka, kita harus menyatakan perang terhadap Narkoba, karena Narkoba merupakan perang gaya baru untuk menghancurkan suatu Negara.

“Perang gaya baru sekarang adalah melawan narkoba karena hanya dengan Narkoba akan melemahkan keamanan dan ketahanan sebuah Negara,” ujarnya.

Bahkan, Bupati dua periode ini menegaskan, mati bagi gembong Narkoba adalah hal yang tepat. “Narkoba adalah pemicu ketidak amankan dan memicu pula kelemahan tatanan di masyarakat,” tegasnya.

Disebutkan oleh Bupati A. Busyro mulai awal tahun 2020 sampai bulan ini Polres Sumenep telah mengungkap kasus Narkoba sebanyak 89 kasus dengan 137 tersangka dengan rincian 130 laki laki dan 7 perempuan dengan barang bukti seberat 307,6 gram dan 10 butir pil ekstasi.

“Sampai saat ini ada 29 orang telah dilakukan rehab. Dengan rincian direhabilitasi di BNNK Sumenep 3 orang, 13 di pondok pesantren Al- Ishlah, pondok pesantren Sabilul Huda 6 orang dan di Masjid desa Totosan 7 orang,” terangnya.

Bupati mengajak kepada semua masyarakat agar perangi Narkoba dengan bersama sama secara kolektif dan berkelanjutan. “Jangan biarkan masa masa cerah Bangsa ini, generasi mudanya menjadi budak Narkoba,”ajaknya.

Maka dari itu, Mari kita lakukan penguatan ditingkat keluarga, secara ketat mengawasi pergaulan putra putrinya. “Faktor utama terjadinya penyalahgunaan Narkoba dikarenakan salah pergaulan,” urainya.

“Perlunya kontrol sosial yang ketat dan masiv yang dilakukan semua pihak di wilayah masing masing, sehingga Sumenep nantinya akan terbebas dari Narkoba,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE