Bunda PAUD Pamekasan Dikukuhkan Bupati

240

Dengan Pelajaran Lokal Wisdom Lahirkan Generasi Mandiri

Pamekasan | Sigap88 – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengukuhkan Ibu Nayla Hasanah sebagai Bunda PAUD Pamekasan yang berlangsung di aula Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan. Senin,(10/02/2020).

Dalam Pengukuhan Bunda PAUD tersebut bersamaan dilaksanakan ” Launching Senam Pamekasan Hebat Versi Anak anak” yang disaksikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja’e bersama istri Yuni Lailatul Fitiyah, Sekdakab Pamekwasan Ir. Totok Hartono, MA, Kepala Disdik Pamekasan Pramajaya.

Nampak hadir pula dalam acara pengukuhan Bunda PAUD dan Launching Senam Pamekasan Hebat versi Anak anak Pejabat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Maryana , M.Pd.

Bupati Pamekasan dalam sambutannya meminta Bunda PAUD yang baru dikukuhkan segera tancap gas bekerja yang profesional untuk menjadikan PAUD di wilayah Kabupaten Pamekasan bagian dari model pendidikan yang membanggakan masyarakat.

“Mengapa harus melakukan tancap gas?, hal itu dikarenakan masa pengabdian terbatas dan sesuatu yang harus diberikan kepada PAUD tidaklah terbatas”, tuturnya.

“Dengan waktu perjuangan terbatas maka kita efektifkan yang terus kita laksanakan untuk dikemudian nanti kelak suatu saat kita berpulang kepada Allah SWT semua orang akan mengenang atas perjuangan yang kita lakukan”, sambungnya.

Kenangan perjuangan pada sisi kehidupan itulah kata Baddrut Tamam yang suatu saat akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Dan inspirasi yang menjadikan ketauladanan dan dengan ketauladanan itulah regenerasi berikutnya akan meniru beberapa hal baik yang pernah dilakukan oleh generasi sekarang ini.

“Saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Bunda PAUD, semoga sukses dan semoga PAUD di wilayah Kabupaten Pamekasan membanggakan bagi kita semua,” harapnya.

Baddrut Tamam juga menjelaskan bahwa, saat ini PAUD yang berada di Kabupaten Pamekasan terdapat 902 PAUD dengan ribuan orang pengelolah PAUD serta ribuan siswa PAUD.

Data ini menurut Baddrut Tamam bahwa pengelolaan pendidikan di usia dini membutuhkan upaya keseriusan kerja keras dan terencana.

Bahkan, tidak boleh main main dengan sistem pelaksanaan pendidikan, karena salah memberikam edukasi maka akan salah melahirkan generasi dan salah menciptakan Atmosfir Edukasi di PAUD akan menjadi persolan diujungnya.

“PAUD merupakan awal pendidikan dimana anak anak kita perlu diajarkam bagaiman Local Wisdom atau nilai dan etika yang kita miliki,” tegasnya.

Jika di waktu PAUD, TK dan seterusnya tidak di ajarkan tentang bagaimana memahami nilai nilai etika maka anak akan mengalami sulit dalam belajar etika dan lainnya, karena pondasi keilmuan, pondasi kultur, pondasi kebudayaan saatnya kita ajarkan mulai saat di PAUD.

“Peran dan tanggung jawab Bunda PAUD adalah menacapkan nilai nilai kepada PAUD diajarkan tentang bahasa yang benar, karena bahasa itu menjadi kepribadian dari kepribadian yang akan menjadi tindakan dan dari tindakan akan terasa hal berkorelasi yang hubungannya dengan orang lain,” paparnya

Dengan mengajarkan nilai etika akan melahirkan generasi yang sadar akan akar budayanya dan jika di kemudian hari tidak diajari etika atau Local Wisdom maka anak akan bisa tercerabut dari akar kesejarahannya.

Sehingga berakibat buruk bagi generasi muda, yang akhirnya generasi muda enggan untuk melestarikan budayanya sendiri, dan bahasa Madura sebagai bahasa Ibu akan hilang dari peradaban, maka diperlukan tangan tangan terampil seperti Bunda PAUD untuk memberikan edukasi kepada anak anak calon generasi muda agar tetap melestarikan budaya sehingga kultur Madura tetap terjaga.

Kalau kemudian generasi masa depan pondasi kulturnya hilang dia akan tercerabut dari akar sejarahnya dan menjadi tidak bangga dengan tumpah darahnya dia akan meninggalkan dan tidak lagi membangun apapun untuk daerah dimana dia lahir dan besar dan mengenyam pendidikan.

“Ajarilah anak anak kita Local Wisdom atau Nilai Kultur yang kita miliki,” pungkasnya(Hen)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE