BPNT Berdampak Turunnya Serapan Beras Bulog

0
35

Bondowoso, SIGAP88 – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang merupakan program pemerintah melalui Kementrian Sosial ternyata juga berdampak kepada Serapan Gabah beras Bulog di Bondowoso.

Seperti yang disampaikan Kepala Subdivre Bulog Bondowoso, Dwiana Puspitasari kepada sejumlah awak media dikantornya, di jalan Bondowoso – Jember, Jum’at (11/01).

“Adanya program BPNT ini sangat berdampak terhadap serapan beras yang biasa kami serap dulu untuk penyaluran berupa Raskin, Rasta, dan beras bantuan sosial”.

“Dengan dialihkannya program Raskin, Rasta dan beras Bansos yang awalnya ditangani bulog dan kemudian dialihkan menjadi program BPNT, berakibat stok pengeluaran beras bulog untuk penyaluran berkurang”.

Menurutnya, Asumsi penyaluran kemarin untuk wilayah Bondowoso dan Situbondo setiap bulannya membutuhkan 1500 ton perbulan, maka dengan asumsi itu, adanya BPNT secara otomatis penyaluran berkurang.

“BPNT ini memang sistemnya pasar bebas. Penyaluranya diserahkan kepada E-warung dan itu bebas mau mengambil beras dari mana saja, entah itu swasta, mengambil ke bulog pun kami persilahkan, disini juga ada seksi komersil”, katanya.

Lebih lanjut Kasubdrive Bondowoso menyampaikan, “Walau pun program beras miskin di alihkan, namun tidak membuat bulog fakum, sebab bulog punya program Kegiatan Pasokan Dan Stabilitasi Harga (KPSH) menggunakan beras medium yang terbukti mampu memenuhi wilayah lain”.

“Stok beras di Bondowoso masih ada sekitar Lima ribu ton dan itu sangat cukup untuk persediaan kedepan”, sambungnya.

Kepala Subdivre Bulog Bondowoso itu menegaskan, bahwa harga beras di Bondowoso relatif masih aman karena belum ada kenaikan. Untuk bulan desember kemaren sedikit ada kenaikan untuk beras medium namun tidak signifikan. (Hamid).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE