BPBD Pamekasan Siap Menghadapi Musim Pancaroba

28

Pamekasan | Sigap88 – Memasuki musim Pancaroba, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan telah melakukan segala persiapan yang nantinya akan menanggulangi Bencana alam yang senantiasa melanda setiap tahunnya.

Menurut keterangan dari Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akmalul Firdaus, S.Sos, Masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, pihaknya sudah melakukan pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang terdampak kekeringan yaitu sebanyak 77 desa dan 311 dusun, sesuai dengan SK Bupati berakhir pada akhir bulan November.

Sementara di pertengahan bulan Oktober kemarin Kabupaten Pamekasan mengalami hujan yang cukup deras sehingga pihak BPBD menghentikan sementara sambil melakukan kajian ke desa-desa, apakah masih membutuhkan air atau tidak.

“Saat kami melakukan kajian kepada masyarakat, ada sebagian yang masih membutuhkan pendistribusian tersebut, ada juga yang sudah tidak mumbutuhkan, sehingga sampai akhir November ini sifatnya insidetif atau sesuai dengan kebutuhan masyarakat”. Kata Firdaus.

Kemudian memasuki musim penghujan, yang di prediksi bulan desember, BPBD sudah mempersiapkan kegiatan, seperti melakukan Rapat koordinasi (Rakor) dengan dinas terkait, mempersiapkan peralatan, dan personil.

“Hal tersebut kami lakukan agar ketika nanti terjadi bencana alam, baik itu banjir, longsor, dan angin puting beliung tentunya persiapan-persiapan yang tadi kami siapkan itu merupakan arti dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam”. Terangnya.

Untuk Daerah rawan bencana seperti salah satunya angin puting beliung di Kabupaten Pamekasan yaitu di Daerah selatan tepatnya di Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Larangan, dan Kadur, selain itu untuk wilayah yang berpotensi terjadinya longsor, yaitu di Kecamatan Waru, Pagantenan, dan Palengaan.

Dan selain angin puting beliung serta langsor, Kabupaten Pamekasan juga berpotensi adanya genangan air atau luapan air, misalnya di Kecamatan Kota seperti, Ladeng, Patemon, Jungcangcang, Parteker, Sumedangan, Majungan, dan Lemper.

“Potensi terjadinya genangan air itu disebabkan jika ada hujan deras di wilayah utara yang mengalir melalui sungai dan bersamaan dengan pasangnya air laut sehingga menyebabkan terjadinya luapan atau genangan air”. Jelasnya.

Sebagai tugas dan kewajiban BPBD juga harus tanggap dalam segala hal, diantanya dalam hal tanggap darurat seperti efakuasi kepada masyarakat yang terdampak bencana, dan memberikan bantuan yang sifatnya pemenuhan kebutuhan dasar.

“Sebagai upaya dalam menanggulangi bencana tersebut, kami setiap tahunnya melakukan bimbingan tekhnis, sosialisai sesuai ancaman bencana di wilayah masing-masing, misalkan sosialisasi berkaitan dengan dampa-dampak terjadinya longsor, sehingga dari kegiatan yang kami lakukan kepada masyarakat nantinya bisa mengetahui ancaman bencananya itu apa, potensi bencananya itu apa, terus langkah-langkah yang dilakukan bagaimana”. Harapnya. (Rob/Erw).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE