BPBD Kabuaten Sumenep, Tanggap Bencana

18

Sumenep | Sigap88 – Ada tiga titik rawan bencana yang ada di Kabupaten Sumenep saat musim hujan seperti yang terjadi setiap tahun.

“Yang sering terjadi rawan bencana di Kabupaten Sumenep adalah rawan banjir dan genangan, rawan longsor, dan rawan angin puting beliung,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep DR. R ABD Rahman Riyadi, SE, MM. Kamus (10/12).

Dirinya menyebutkan bahwa untuk peta rawan bencana banjir terjadi di daerah Sindir, Cangkreng Meddellen (Kecamatan Lenteng), Patean, Babbalan, Batuan, Torbang (Kecamatan Batuan), sepanjang kali Marengan.

“Untuk di kali Marengan disebabkan oleh intensitas air hujan tinggi yang berbarengan dengan lintasan air laut pasang sehingga kali Marengan tidak bisa menampung air yang mengakibatkan meluap dan mengenai sekitar bantaran sungai,” jelasnya.

Peta rawan longsor kata Abd Rahman diantaranya wilayah Basoka, Rubaru, (Kecamatan Rubaru), Daleman, Guluk Guluk (Kecamatan Guluk Guluk), Pragaan dan sebagian Bluto, Saronggi.

“Terjadinya longsor di wilayah Bluto dan Saronggi di karenakan dampak adanya galian C, bukan di sebabkan oleh alam,” jelasnya.

Maka dari itu kami melakukan medikasi dengan membentuk desa tangguh bencana dan memberikan rambu rambu, peringatan kepada masyarakat agar terantisipasi apabila terjadi intensitas curah hujan dan angin yang akan terjadi.

Sedangkan rawan puting beliung kata Kadis Abd Rahman sering terjadi di daerah pesisir pantai seperti, Kertas ada, punggir papas juluk, Saronggi, Rubaru “terjadinya puting beliung tidak selalu di tempat tersebut akan tetapi apabila intensitas mendung dan angin bisa mengakibatkan puting beliung, yang di sebabkan oleh awan Columbus” urainya.

“Apabila ada pohon yang tinggi dan membahayakan terhadap lingkungan maka peran masyarakat segera melaporkan kepada pihak terkait baik DLH maupun kepada kami BPBD, agar dilakukan pemangkasan” ungkapnya.

Kepala BPBD Sumenep berharap kepada masyarakat untuk turut aktif dalam mengantisipasi terjadinya bencana seperti longsor dan pohon tumbang yang di karenakan angin puting beliung.

“Setidaknya masyarakat juga menjaga agar tidak terjadi banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan galian C Ilegal agar tidak terjadi longsor dan melakukan pemangkasan terhadap pohon yang sekiranya akan berakibat tumbang saat terjadi angin,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE