Bersama Tim Jumantik, Puskesmas Rubaru Antisipasi DBD

18

Sumenep | Sigap88 – Memasuki musim penghujan Puskesmas Rubaru bekerja sama dengan tim Jumantik mengantisipasi mewabahnya penyakit yang salah satunya adalah Demam berdarah dengki (DBD).

Kepala Puskesmas Rubaru dr Sulaiha Riningsih, M.Si mengatakan,, langkah efektif dalam pemberantasan demam berdarah melalui setiap rumah ada satu Jumantik (

Dijelaskan oleh Kapus Rubaru dr Sulaiha Jumantik merupakan petugas kesehatan atau anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya. “Dirinya melakukan edukasi kepada masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin ,” ungkapnya.

Edukasi tersebut kata Kapus Sulaiha untuk mengubah prilaku dan ada gerakan 3M+, mengubur, menguras, menutup, melipat baju-baju yang digantung yang menjadi tempat sarang nyamuk. “Hal tersebut dilakukan bersama sama di wilayah masing masing” kata nya.

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Jumantik di sekeliling tempat tinggalnya, terutama di tempat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk seperti di bak mandi karena jarang dikuras, genangan air di sampah kaleng atau plastik kemasan air minum. “Sarang nyamuk tersebut hendaknya diberantas dengan segera agar tidak menimbulkan DBD,” paparnya.

Selain itu menurutnya, jumantik melakukan edukasi pula kepada masyarakat agar selalu aktif melakukan 3M+ dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara Menutup, tempat penampungan air, Menguras secara rutin setiap Minggu bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas atau mengubur barang bekas yang sudah tidak bisa dimanfaatkan,” terangnya.

“Kami juga menganjurkan kepada masyarakat agar selalu menaburkan bubuk Larvasida (Abate) ditempat penampungan air yang sulit di bersihkan,” ucap Kapus.

Tugas Jumantik menurutnya sangat mulia bahkan Jumantik adalah seorang pelopor hidup bersih dan sehat di masyarakat. “Memberikan contoh kepada masyarakat berprilaku bersih dan sehat,” tukasnya.

‘Kita berupaya agar tidak terjadi DBD di Kecamatan Rumah, walaupun kita akui Kecamatan Rubaru bukan wilayah endemis DBD, namun antisipasi sangat diperlukan,” paparnya.

Pihaknya juga melakukan edukasi kepada pengelola Pondok Pesantren Ponpes agar selalu melakukan kebersihan disekitar Pondok.

“Ada beberapa pondok pesantren yang ada di Kecamatan Rubaru, hal itu perlu ada kerja sama dengan pengasuh dan Santri untuk menjaga lingkungannya bersih, sehingga terbebas dari DBD,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula Kapus Sulaiha menerangkan bahwa pihaknya melalui bidan desa dan ponkesdes selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk berpola hidup sehat dan berprilaku sehat.

“Dalam situasi sekarang Kabupaten Sumenep masih dalam zona kuning (Covid-19) maka di harapkan masyarakat tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE