Beraksi di 13 TKP, Pelaku Curas di Dor Satreskrim Polres Paskot

2460

Pasuruan, Sigap88 – Polres Pasuruan Kota Berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan di 13 TKP Wilayah Hukum Polres Pasuruan.

“Pelaku ini telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas), sudah melakukan 13 kali di wilayah hukum Polres Pasuruan kota,” Urai Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.Ik, M.Si, saat menggelar Press Release, Senin (18/1) di Joglo Polres Pasuruan Kota.

Dari 13 aksi yang dilakukan tersangka, ada sejumlah laporan yang masuk, diantaranya pada 18 dan 28 Agustus 2020 TKP Rejoso, 13 November 2020 TKP Rejoso dan 4 Desember 2020 Rejoso dan 7 Januari 2021 Rejoso.

Misto, pelaku yang kesehariaanya sebagai pemeras susu, merupakan warga Dsn Lingkungan Kampung baru, Desa Grati Tunon Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, ditangkap pada hari Kamis, 14 Januari 2021 sekira jam 21.30 Wib di sebuah rumah yang terletak di Dsn Buntalan Desa Kedawung wetan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, oleh Tim Resmob Suropati Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota.

“Ketika dilakukan pengembangan, (MS inisial- Red) mencoba untuk melawan dan kabur sehingga dilakukan tindakan tegas terukur berupa melumpuhkan kaki tersangka,” Tandas Kapolres.

“Modus pelaku MS, melakukan penjambretan terhadap korban yang sedang melakukan perjalanan. baik terhadap korban yang sedang berjalan kaki maupun naik kendaraan bermotor,” Ungkap Arman.

Dijelaskan AKBP Arman, pelaku dengan cepat melakukan aksinya dengan memepet kemudian menjambret barang milik korban, seperti Tas dan Hand Phone (HP) sehingga bisa mengakibatkan korban terjatuh dan mengalami luka.

“Kami terapkan kepada pelaku pasal 365 ayat 2 huuf 1a 1b subsider 365 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” Jelasnya.

Bukti yang berhasil diamankan, yakni Hand phone (HP), buku tabungan dan satu pelaku juga diamankan petugas atas nama SS yang merupakan penadah dari hasil barang curian yang dilakukan Misto.

Selain itu, dikatakan Kapolres bahwa ada pelaku lain yang merupakan komplotan Misto, yakni DN dan DS dalam kasus curas tersebut yang masih dalam pengejaran petugas (DPO).

Adapun 13 TKP yang dimaksud, yakni Terminal baru, desa Tambakrejo, Fatal Grati, Blandongan, Sidogiri, Sambirejo, Timbangan Rejoso, Depan PLN Grati dan Depan SDN, Kedungbako Rejoso, Kemantren dan depan Pondok Metal. “Rata – rata pelaku melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, ini di wilayah Rejoso dan Grati,” Ungkap Kapolres.

Selain itu, Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) juga dilakukan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, yakni Kraton, dengan mencuri sebuah besi yang ada di pembatas jembatan layang Tol.

Ahmad Syaifulloh, warga desa Dompo, Kraton, melakukan aksi Curas, sengan membongkar besi di jalan pembatas tol. “Membongkar besi yang ada dipinggir jalan dan diangkut dengan menggunakan mobil,” Kata Kapolres.

Sementara, dari tangan tersangka AS, barang bukti yang berhasil diamankan petugas, yakni besi hasil curian dengan nilai harga yang ditafsir 14 juta rupiah, linggis dan kunci shok beserta mobil pengangkut (Espas),” Ujarnya.

Pelaku AS, ditangkap pada 8 Januari 2021 di rumahnya. sedangkan motif yang dilakukan tersangka AS, beralasan karena faktor ekonomi.

“Pelaku ini dalam melakukan aksinya ssbanyak 4 orang dan ada rekannya yang hingga kini masih dalam pengejaran,” Katanya.

Motif yang dilakukan terkait faktor ekonomi, Kapolres tidak membenarkan dengan alasan apapun terkait motif yang dilakukan pelaku.

“Sekali lagi dengan alasan ekonomi atau apapun, hal ini tidak bisa dibenarkan,” Tukasnya. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE