Belum Satu Tahun, Proyek Swakelola SDA Wonosari Ambrol

0
151

Bondowoso, Sigap88 – Seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan baik infrastruktur jalan ataupun saluran irigasi sebagai penunjang ketahanan dan pemerataan ekonomi masyarakat baik desa maupun perkotaan adalah mutlak bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bondowoso.

Dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun daerah dengan anggaran APBN maupun APBD tidaklah tanggung tanggung untuk menggelontorkanya, baik kontraktual maupun swakelola.

Bahkan payung hukum untuk memayungi program pemerintah bidang infrastruktur telah terpapar dalam Undang Undang Jasa Konstruksi ( UUJK 2017 ) baik penyedia jasa dalam hal ini dinas terkait ataupun penerima jasa.

Namun semua harapan pemerintah dan masyarakat tidaklah sesuai dengan harapan. Bahkan baik pihak penyedia jasa maupun penerima jasa seakan akan menganggap remeh .

Seperti hasil temuan tim investigasi media Sigap88 pada hari jumat tanggal 08-12-2017 terhadap kondisi fisik saluran irigasi yang berada di Desa kali tapen RT 12 Kecamatan Tapen kabupaten bondowoso.

Yang Ambrol sejak bulan september hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak dinas terkait (UPT SDA) wonosari.

Bahkan tingkat kerusakan atau ambrolnya fisik saluran irigasi tersebut lebih kurang 40 %.

Fisik saluran irigasi tersebut adalah hasil dari pada pekerjaan dinas UPT SDA wonosari pada tahun anggaran 2016.

Sejak tahap penyelesaian proyek saluran irigasi sampai pada ambrolnya sebagian fisik sal tersebut berkisar lebih kurang sembilan bulan.

Hasil temuan tim investigasi ini di perkuat oleh salah satu masyarakat petani pemakai air yg lahan pertaniannya berada di sekitar proyek saluran irigasi (swakelola upt sda wonosari 2016 ) mengungkapkan pada awak media Sigap 88 saat melakukan investigasi dan konfirmasi terkait ambrolnya bangunan saluran irigasi.

“Ini baru berumur lebih kurang dari 9 bulan mas, bahkan dari segi kwalitas sepertinya lebih kuat bangunan yang lama”.

Ditambahkan lagi kalau seperti ini mas yang rugi masyarakat, karena anggaran yang digunakan ini adalah uang rakyat.” imbuhnya dengan muka ketus.

Ditempat terpisah pihak dinas terkait dalam hal ini kepala UPT SDA Wonosari (Dodik) saat akan di konfirmasi oleh awak media sigap 88 yg bersangkutan selalu tidak ada di tempat.

Menurut salah satu staf upt sda wonosari menyampaikan “P. Dodik lagi ke dinas” dan saat awak media ini kembali lagi untuk menemui p.dodik dia bilang belum datang”.

Bahkan melalui hubungan selulernya selalu tidak aktif.

Yang menjadikan pertanyaan bagi awak media ini. Lantas pihak dinas terkait (PUPR) kabupaten bondowoso juga inspektorat akankah tinggal diam?

Sampai berita ini naik pihak dinas melalui Kabid SDA ( Hendri ) belum dapat di konfirmasi. Bersambung
(z/hm/yd).

Komentar
Content Protection by DMCA.com