Baru Seumur Jagung, Pembangunan DD 2019 TPT Desa Grogol, Nyaris Putus

0
0

Pasuruan, Sigap88 – Pemerataan pembangunan desa yang memakai Dana Desa (DD) di wilayah kabupaten Pasuruan, rupanya banyak sekali yang dimanfaatkan oleh oknum kepala desa untuk mencari keuntungan pribadi.

Pasalnya, dengan anggaran ratusan juta rupiah, pembangunan yang dikerjakan tidak mengedepankan kwalitas dan mutu. Akibatnya, banyak sekali pembangunan yang baru selesai dikerjakan baru berumur jagung sudah ada beberapa yang sudah rusak, tentu hal itu sangat merugikan masyarakat desa sekitar yang tidak bisa merasakan pembangunan dalam jangka panjang.

Seperti pernyataan Presiden Jokowi yang dikutip dari berbagai media, terkait dana desa (DD) jangan sampai dijadikan ajang korupsi karena dana desa seharusnya dimanfaatkan untuk pemerataan pembangunan demi kemakmuran masyarakat desa dalam jangka panjang,

Berbeda dengan Pembangunan yang terjadi di desa Grogol kecanatan Gondangwetan, kabuptaten Pasuruan. Pasalnya, pembangunan didesa Grogol, yang memakai dana desa (DD) tidak bertahan lama, hal itu sangat bertentangan dengan apa yang telah di intruksikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan yang memakai dana desa agar bisa dirakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Seperti pembangunan TPT atau jalan persawahan yang dianggarkan dari dana desa (DD) tahun 2019 yang seharusnya bisa dinikmati dalam jangka panjang oleh masyarakat desa setempat malah rusak karena kwalitas pekerjaan yang sangat buruk.

Hasil pantauan tim di lapangan, Rabu (3/7) terlihat bangunan TPT / jalan persawahan yang terletak di dusun Jambangan, desa Grigol banyak yang putus dan retak, padahal pekerjaan tersebut baru selesai beberapa bulan yang lalu dan diresmikan oleh kepala desa Grogol, Santoso.

Pembangunan TPT memakai anggaran DD 2019 desa Grogol yang nyaris putus

Kepala desa Grogol, Santoso saat dikonfirmasi terkait dengan pemerataan pembangunan di desa setempat mengatakan, untuk pembangunan yang dianggarkan dari dana desa (DD) 2018 sudah selesai semua. Sedangkan pembangunan DD tahun 2019 sudah selesai di 4 lokasi, salah satunya pembangunan tembok penahan tebing TPT yang saat ini kondisinya banyak yang putus dan retak – retak yang diperkirakan tidak bisa bertahan lama.

“Anggaran dana desa (DD) tahun 2018 sudah selesai dan untuk pembangunan DD tahun 2019 ini juga sudah selesai di 4 lokasi, yakni untuk pembangunan TPT, Drainase dan Paving jalan,” Ungkap Santoso, di kantor desa Grogol, Rabu (3/7).

Tidak hanya itu, kaitannya dengan pembangun dana desa (DD) desa Grogol, pada tahun – tahun sebelumnya juga sudah banyak yang rusak, salah satunya pembangunan parit depan makam desa setempat yang sudah doyong ke dalam, padahal terlihat warna bangunan masih terlihat baru.

Menanggapi hal ini, Kusuma, Ketua Umum Lsm Surapati, mengatakan bahwa hal yang seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena dana desa (DD) itu uang rakyat, dan kepala desa tidak boleh sesukanya menggunakan dana desa untuk pembangunan yang pemanfaatan yang bersifat hanya sementara.

“Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena dana desa (DD) itu uang rakyat, setiap pembangunan di desa yang memakai dana DD yang notabene itu uang rakyat harus bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. Kalau kemudian pembangunan itu hanya bertahan beberapa bulan saja, kita patut menduga adanya korupsi dalam pembangunan tersebut,” Tegas Kusuma, Rabu (3/7).

Menurut Kusuma, hal tang seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut -larut. Untuk itu, pihaknya (Red- Kusuma) bserta tim akan turun ke lokasi melihat kondisi pembangunan di desa Grogol. Apabila kondisi di lapangan memang benar adanya (Rusak) pihaknya akan melaporkan hal ini ke Kejaksaan Negeri.

“Dalam waktu dekat, kami akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi pembangunan DD di desa Grogol. Apabila memang kondisi pembangunan seperti apa yang diberitakan, kami akan melaporkan hal ini ke Kejaksaan Negeri,” tegas Kusuma. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE