Bara JP Probolinggo : Usut Tuntas Pelaporan Dua Oknum Anggota Polsek Krejengan

0
395

Probolinggo, SIGAP88 – Pemerintah terutama jajaran Kepolisian terus menggalakkan kampanye dan sosialisasi memerangi berita hoax dan ujaran kebencian dan Sejauh ini tindakan tegas juga diambil, menangkap dan mempidanakan pelaku penyebar ujaran kebencian dan hoax.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ag dan Pr yang diduga membuat kegaduhan dengan menyebarkan ujaran kebencian yang menjurus ke fitnah dan Pr menyebarkan ujaran kebencian dan hasutan.

Kali ini, yang menjadi sasaran ujaran kebencian adalah Tj seorang anggota Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Probolinggo.

Hal ini membuat Bara JP Probolinggo geram, sehingga Sabtu siang (19/7/2018) Ketua Bara JP Probolinggo bersama beberapa orang anggotanya datang ke Mapolres Probolinggo untuk membuat laporan polisi (LP).

Korban dari ujaran kebencian oleh oknum anggota Polisi tersebut membuat laporan ke Propam (Profesi dan Pengamanan) Polres Probolinggo Tanggal 19/05/2018, Hal tersebut ditempuh lantaran oknum yang dilaporkan adalah oknum anggota Polisi yang bertugas di Polsek Krejengan.

Dugaan penghinaan, pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan hasutan tersebut diawali oleh Ag yang berbicara di hadapan lima orang warga desa Jati Urip.

Lantas kelima warga tersebut menyampaikannya kepada Tj (korban ujaran kebencian dan fitnah).

Tj yang hendak meminta klarifikasi kepada Ag dengan datang ke Mapolsek Krejengan, bukannya diterima dengan baik. Namun justru marah-marah dan berbicara dengan kasar yang tak sepantasnya, mengingat yang bersangkutan adalah anggota Polri.

Sedangkan Kapolsek Krejengan melalui sambungan seluler menyarankan agar perbuatan oknum tersebut dilaporkan ke Propam.

Selang waktu beberapa jam, pada hari itu juga, malamnya (Sabtu,19/5/2018), Pr justru melakukan perbuatan yang seolah mendukung apa yang telah dilakukan Ag pada hari Sabtu pagi (19/5/2018).

Waktu itu Pr berbicara di hadapan warga Jati Urip di rumah kades Jati Urip. Adapun percakapan tersebut direkam oleh seorang warga desa Jati Urip yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Ag dan Pr berbicara dengan kalimat yang diduga mengandung hasutan dan ujaran kebencian yang menjurus ke fitnah tak sepantasnya melakukan hal tersebut mengingat dirinya adalah seorang anggota Polri.

Pelapor dalam hal ini melengkapi Laporan Polisi tersebut dengan tiga orang saksi dan rekaman percakapan terlapor di rumah kades Jati Urip.

LP dibuat dengan surat tanda penerimaan laporan nomor STPL : 08/V/2018/Sipropam/tanggal 19 Mei 2018. Dan diberikan SP2HP kepada pelapor tanggal 31 Juli 2018 melalui WA.

Pelapor mengatakan “Saya penasaran apa motif sehingga yang bersangkutan berbicara seperti itu. Dan masak udah berjalan 80 hari, saya baru dikirimi foto SP2HPnya melalui WA, itupun setelah saya menyampaikan permohonan atensi kepada pak Kapolres”. ucapnya kepada media Sigap88. (31/7/2018)

Ketua Bara JP Probolinggo, Veronika mendukung langkah anggotanya dalam “memPolisikan” oknum anggota Polisi yang telah diduga kuat melakukan perbuatan menyebar ujaran kebencian dan berita bohong dengan cara berbicara langsung di hadapan warga masyarakat.

‚ÄúSelaku Ketua Bara JP Probolinggo, dengan hormat saya minta Kasi Propam Polres Probolinggo dan jajaran penyidiknya untuk segera memproses laporan tersebut berdasarkan amanat Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)”. ucap Veronika. (31/7/2018)

Kepada media Sigap88, Veronika mengatakan “Perlu ditegaskan prinsip hukum pidana bahwa permintaan maaf tidak menghapus pidana itu sendiri dan laporan harus diproses sesuai aturan yang berlaku”. tegasnya.

Veronika menambahkan “Tindakan oknum anggota Polsek Krejengan tersebut terindikasi kuat adalah upaya menghambat kinerja Bara JP yang sedang mengawal program kerja pemerintah”. imbuhnya.

Sementara itu, Pr yang dihubungi media Sigap88 via pesan WA (30/7/2018), ia tidak berkenan menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya.
(TW)

Komentar
Content Protection by DMCA.com