Bank Indonesia Dan DPR RI Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah Serta Meningkatan UMKM

0
70

Malang,Sigap88-Sosialisasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan mengembangkan usaha ekonomi kerakyatan dan membudayakan transaksi non tunai yang bertempat di Gedung Kesenian Gajayana di Jl. Nusakambangan no.19 Kota Malang. 15/3/2018.

Malang yang merupakan tempat yang favorit dengan di dukung dengan berbagai macam central kerajinan dan usaha usaha kecil menengah di tambah dengan adanya wisata yang cukup menarik bagi perkembangan Malang kedepan.

Sementara untuk peredaran uang palsu yang terjadi di tengah masyarakat mengundang perhatian khusus dari salah satu anggota DPR RI dapil Malang Raya Ir. Andreas Susetyo MM. Bekerjasama dengan BI melakukan sosialisasi, pada masyarakat kota Malang tentang perbedaan, dan ciri-ciri uang palsu dan uang asli.

Selain itu acara ini juga bekerjasama, dengan Rumah Asmara ( Rumah Aspirasi Masyarakat), dalam mensosialisasikan program – program ekonomi kreatif dan masalah-masalah sosial kamasyarakatan.

Ketua Rumah Asmara Drs. Wahyu Widayat mengatakan ” Rumah Asmara sebagai lembaga, yang menampung masalah-masalah yang ada di masyarakat, sampai hari ini telah mendapatkan laporan, kurang lebih 200 kasus yang telah terverifikasi.Hal telah mendapatkan solusi penyelesaian” Ucapnya.

Sementara menurut Ir Andreas Susetyo MM, anggota komisi XI mengatakan ” kami bekerjasama dengan BI melakukan program sosialisasi uang palsu, dan sosialisasi UMKM.
Kami fokus untuk pemberdayaan perempuan, karena saat ini perempuan, terutama yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang kurang mampu berdaya karena keterbatasan waktu mereka untuk menjadi ibu rumah tangga, sementara mereka sebenarnya juga bisa menambah penghasilan keluarga, dengan membuat industri kecil rumah tangga untuk menambah penghasilan keluarga”.

“Membangkitkan UMKM melalui pemanfaatan potensi yang begitu besar di Malang raya ini, kemudian juga kita ingin melakukan pemberdayaan ibu-ibu supaya ini juga bisa membantu ekonomi keluarga dan kalau kita lihat Bagaimana potensi yang sudah besar di kota di Malang Raya terutama dengan adanya pengembangan pariwisata itu dapat kita optimalkan untuk pertumbuhan usaha UMKM. Sebetulnya kalau kita lihat UMKM di Malang ini kalau kita lihat dari pelakunya, itu masih terbesar di usaha mikro, kita berusaha bagaimana dominasi yang hampir 90% bisa meningkat kelompok usaha kecil kemudian ke usaha Menengah Pertama”

Lanjutnya ” kami bekerjasama dengan BI, untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan, agar para perempuan ini mendapat kemampuan untuk meningkatkan tingkat ekonominya.
Memang harus membuat kelompok agar, dalam pengelolaan dan pendampingannya lebih mudah.

Terkait masalah permodalan BI siap untuk membantu dana dan pendampingan untuk jenis usaha yang mereka bisa lakukan di lingkungan tempat tinggalnya dengan masyarakat di sekitarnya”. Pungkasnya (thur)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE