Awal Maret, Harga Cabai di Pasaran Meroket

Cabai Merah, Tembus Hingga Rp.120.000/Kg

235

Sumenep | Sigap88 – Sejak bulan Maret 2021 harga Cabai (Lombok) di pasar induk Kabupaten Sumenep (Pasar Anom) mengalami lonjakan yang sangat fantastis hingga mencapai Rp 120.000 untuk cabai merah sedangkan untuk cabai yang masih hijau mencapai Rp 100.000.

Seperti yang di sampaikan oleh H. Purnomo Subagio, S.Sos (UPT pasar) Sumenep kepada tim sigap88.com bahwa sampai saat ini harga cabai harganya melonjak drastis.

“Harga cabai rawit harganya melangit sampai mencapai Rp 120.000,’ yang merah, sedangkan yang hijau dalam kisaran Rp 100.000,” kata Purnomo.

Penyebab harga sampai lebih dari Rp 100 ribu, menurut Purnomo dikarenakan saat ini kondisi cuaca ektrim, sehingga mengakibatkan banyak Cabai rontok sebelum waktunya.

“Cabai banyak yang rontok sehingga cabai dari petani kurang dan otomatis harga meningkat,” jelasnya.

“Cabai di petani sangat terbatas mengakibatkan kelangkaan cabai, sedangkan konsumsi cabai masih saja meningkat sehingga mengakibatkan harga cabai melangit,” terangnya.

Sementara, Kordinator pertanian di wilayah Kecamatan Rubaru Sa’dawi Jayadi, Sp saat di konfirmasi, membenarkan bahwa cabai di tingkat petani saat ini mengalami kerusakan.

“Cabai di lahan pertanian mengalami kerusakan, yaitu buahnya banyak yang rontok di karenakan cuaca,” jelasnya.

Sehingga, ada sedikit kekurangan suplai cabai dari petani kepada pedagang, yang mengakibatkan harga cabai di pasaran meroket sangat tinggi.

“Para petani di wilayah kecamatan Rubaru banyak yang mengeluh dikarenakan Panin saat ini tidak sukses, Walaupun harga sangat tinggi namun hasil panen tidak ada,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE