AMOS Referensikan Untuk Wisata Sumenep

0
286

Hasil Study Wisata Di Malang

Sumenep, SIGAP88 – Sebanyak Tujuh Belas Media Online baik lokal, Regional maupun Nasional yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS) setelah bertandang ke tempat wisata didaerah Malang tepatnya di wisata sawah Pujon kidul, pada Jum’at-Senin 21-24 Desember 2018, membawa suatu bekal untuk dijadikan Referensi kepada Kabupaten Sumenep.

Referensi dari Media Online yamg tergabung di AMOS berupa Strategi Pengelolaan Wisata Untuk menjadikan ujung timur pulau Madura ini sebagai the soul of Madura di bidang pariwisata,

Karena hal itu tidak cukup hanya memiliki jargon saja, akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah memahami potensi alam sebelum dikelola sebagai destinasi wisata. Serta, peran Pemerintah setempat perlu merumuskan strategi pengelolaan sejumlah kawasan pariwisata, baik untuk wisata religi maupun wisata pantai.

“Dengan kekayaan alam dan potensi daerah yang dimiliki oleh kabupaten Sumenep kita terlebih dahulu mengkaji potensi wisata, merumuskan strategi pengelolaan kawasan wisata, sehingga akan menjadikan langkah awal dalam meraih potensi wisata yang ada”, ucap Ahmad Muni yang merupakan ketua Amos.

Bahkan Ahmad Muni menegaskan dengan keberadaan potensi wisata yang ada di kabupaten Sumenep perlu keseriusan pemerintah yang selama ini menurut Ahmad Muni masih sangat minim keseriusan pengelolaan potensi yang ada.

Lebih jauh ketua AMOS Ahmad Muni menegaskan hal yang sangat perlu diprioritaskan, strategi pengelolaan pariwisata, dapat ditarik kesimpulan sederhana berkenaan dengan peningkatan keyamanan terhadap wisatawan, pemberdayaan penduduk lokal untuk terlibat langsung, serta infrastruktur dan transportasi yang memadai.

“Tujuan berwisata adalah untuk berliburan, sehingga yang perlu di perhatikan, kenyamanan tempat wisata bagi pengunjung perlu benar benar diperhatikan, dan melibatkan penduduk sekitar pemberdayaan penduduk sekitar wisata juga perlu secara langsung, termasuk memperhatikan infrastruktur dan akses transportasi,” jelasnya.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat potensi dalam menciptakan cikal bakal lahirnya wisata di tingkat pedesaan sehingga, pariwisata berbasis masyarakat tumbuh subur di daerah Malang, hal itu yang menjadikan Media online yang tergabung di AMOS untuk memberikan kontribusi rekomendasi kepada kabupaten Sumenep.

“Keberadaan Pokdarwis bukan saja terfokus pada destinasi alam, potensi lain yang dimilkii setiap desa bisa turut dikembangkan. Baik sektor kuliner, handcraft, seni budaya dan lainnya yang bisa menjadi ikon wisata”, lanjut Ahmad Muni.

Dampak positif dari kunjungan wisata tentunya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti harapannya, Pokdarwis bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pemanfaatan produk lokal yang bisa dijual untuk pengunjung.

“Dengan menjadikan Pokdarwis sebagai corong pariwisata, pemberian peran terhadap penduduk lokal akan sangat efektif, dengan itu pula, sumber daya manusia (SDM) akan tertata, destinasi, kuliner hingga buah tangan (oleh oleh) khas wisata, sehingga bukan hanya sektor wisata yang hidup, potensi lain seperti perdagangan perindustrian sampai pertanian akan terberdayakan,” imbuh Ahmadi.

Namun, yang tidak kalan penting dalam pengelolaan destinasi wisata, adalah peran media sosial, dengan dunia semakin tanpa batas, pendekatan technologi menjadi sarana penghubung yang cukup efentif.

“Jaman yang semakin komplek dan serba digital, peran Medsos bersifat real time dan sangat besar pengaruhnya tu sebabnya Pemerintah Sumenep perlu menjadikan media sosial sebagai sarana promosi pariwisata, pendekatan technologi dinilai efentik, murah dan tepat sasaran, kususnya untuk kaum muda,” pungkasnya. (Koes)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA/Telp 0838 3025 3823 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS