Alhamdulillah Anakku Nakal, Smart Parenting di KB AN-NUR Bondowoso

0
102

Bondowoso, SIGAP88 – Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak adalah dengan memberikan label nakal terhadap perilaku dan aktifitas anak, baik itu di dalam lingkungan keluarga maupun di sekolah khususnya pada masa pertumbuhan.

Padahal di usia tersebut anak memang berada pada masa ingin tau ingin mencoba dan selalu ingin diperhatikan, Demikian disampaikan oleh Liza Ariani Y. S.Sos, M.Pd. dalam pemaparan materi pada kegiatan Smart Parenting dengan tema “Alhamdulillah Anakku Nakal” di Sekolah Kelompok Bermain (KB) An-Nur Desa Sumber Kemuning Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan yang dihadiri oleh ibu-ibu wali murid dan beberapa perwakilan KB, TK dan RA se kecamatan Tamanan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta dalam melihat sisi lain dari perkembangan dan perilaku anak.

Lebih jauh disampaikan bahwa pada masa pertumbuhannya anak memang memiliki sifat dan perilaku yang dianggap nakal oleh sebagian orang tua seperti tidak nurut, lompat-lompat, lari-lari, main tanah dan air, corat-coret tembok, menumpahkan air minuman, mengotori baju, tidak mau mengaji atau belajar, menggaggu kakak atau adik dan malas mandi.

Mengapa anak kecil atau anak usia dini nakal? Hal ini karena beberapa faktor diantaranya yaitu kurang perhatian orang tua, belum sekolah, susah dinasehati karena belum memahami komunikasi, melawan karena menganggap orang tua seperti teman bermain, bandel, Suka main-main dan Cengeng.

Bagaimana cara mengatasi anak yang nakal,,?? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua yaitu :

1. Mengajak anak berbicara.
2. Mengenali bahasa cintanya.
3. Buat perjanjian atau komitmen.
4. Jangan sekalipun melanggar komitmen.

Untuk itu maka orang tua perlu tau karakter dan bahasa cinta anaknya. Dalam buku A Soul of Healing yang ditulis pakar pengobatan tradisional Cina, Master Wong, ada lima bahasa cinta yang dimaksud yaitu sentuhan fisik, kata-kata pendukung atau pujian, pelayanan atau tindakan, waktu bersama dan pemberian hadiah.

Dalam mendidik anak orang tua juga perlu memperhatikan lima fitrah yang dimiliki anak yaitu :
1. Suka menangis.
Anak yang suka menangis sebetulnya menunjukkan ciri-ciri hati yang lembut, punya empati dan memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan.

2. Suka bermain tanah.
Anak yang suka bermain tanah menunjukkan bahwa manusia memang berasal dari tanah sehingga orang tua tidak perlu melarang secara berlebihan, justru perlu di dampingi ketika bermain sebagai wujud memahami dari mana manusia berasal, ke mana manusia akan kembali dan tidak perlu sombong kepada sesama.

3. Tidak pendendam.
Artinya setiap manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Ketika bermain anak sering bertengkar dengan temannya. Namun beberapa saat kemudian berbaikan kembali. Ini menunjukkan bahwa anak memiliki hati yang tulus untuk selalu memaafkan. Jiwa seperti ini yang perlu dan harus di tanamkan oleh orang tua.

4. Tidak pernah menyimpan makanan atau tidak pelit.
Ketika dibelikan makanan selalu dihabiskan pada saat itu juga. Dibalik itu semua tugas orang tualah yang memberikan bimbingan dengan bahasa cintanya kepada anak bahwa semua adalah milik Allah, harta adalah titipan dan ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita membutuhkan bantuan orang lain.

5. Cepat membuat, namun cepat juga merusak.
Ketika anak dibelikan mainan atau sesuatu yang baru biasanya akan cepat rusak atau di rusakkan. Perilaku ini jangan sampai membuat orang tua marah. Dengan nasehat dan ucapan yang baik orang tua bisa mengambil hikmah bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, hanya Allah yang maha sempurna, maka berbuatlah segala sesuatu sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya namun namun jangan sedih jika Allah menghendakinya.

Diakhir paparannya Ibu Liza menekankan “Berlakulah lebih kepada anak; Lebih banyak menyentuh anak (membelai, mencium, memeluk) lebih banyak mendengar, lebih banyak menahan amarah, lebih banyak senyum, lebih banyak waktu berkualitas”.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Smart Parenting, Direktur Yayasan An-Nur M. Agus Salim, SHI. menyampaikan “Bahwa dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan yang sama dengan menghadirkan kedua orang tua, karena pertumbuhan dan akhlak anak di pengaruhi oleh keharmonisan Bapak dan ibu dalam rumah tangga”, ujar Direktur yayasan An-Nur.

(aguscontributorsigap88).

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE