AJP-B Desak Disdik Copot Kepsek SMPN 2 Purwodadi

35

Pasuruan, Sigap88 – Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJP-B) melurug Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/11/20).

Kedatangan puluhan wartawan ke Kantor Disdik Kabupaten Pasuruan ini merupakan lanjutan permasalahan atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Purwodadi, yang memicu kemarahan para insan pers.

Bagaimana tidak, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Purwodadi Didiek Primadiyanto, yang mengatakan kepada salah satu wartawan Pojokkiri, bahwa ‘Wartawan Itu Seperti Maling’, sontak membuat geram Jurnalis Pasuruan.

Puluhan Jurnalis yang tergabung dalam AJP-B ini berkumpul di depan Kantor Disdik, komplek perkantoran Raci, di Jalan Raya Raci – Bangil Kabupaten Pasuruan, untuk melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kepsek Didiek Primadiyanto.

Meskipun awalnya hanya diperbolehkan 15 orang perwakilan yang masuk untuk melakukan audiensi, setelah melalui mediasi dari ke dua belah pihak, akhirnya seluruh wartawan yang hadir dipersilahkan mengikuti proses jalannya audiensi di ruang rapat Dikdis.

Atas pernyataan Kepsek Didiek Primadiyanto yang mengumpamakan ‘wartawan seperti maling’ AJP-B meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, untuk mengajukan pencopotan terhadap Kepsek Didiek Primadiyanto, yang dinilai telah melecehkan profesi wartawan.

“Kami minta Kepala Sekolah Didiek Primadiyanto, dicopot. karena orang seperti dia tidak pantas menjadi Kepala Sekolah,” Kata Sulis Kabiro Pasuruan Pojokkiri.

Sementara Hendrik Sulfiyanto, Ketua AJP-B mengungkapkan, pihaknya hanya ada 2 pilihan atas kesepakatan para wartawan yang tergabung dalam AJP-B, “Dari hasil apa yang telah disepakati bersama, Dinas Pendidikan memberi sanksi pencopotan atau kami semua melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan,” Ungkap orang yang akrab disapa ‘Londo’ itu.

Didepan puluhan wartawan yang hadir, Kepala Sekolah SMPN 2 Purwodadi Didiek Primadiyanto tidak menampik dengan apa yang telah diucapkan, dan berharap maaf atas pernyataannya.

“Saya memohon maaf atas ucapan saya dan waktu itu saya sempat terpancing emosi karena kondisi saya memang lagi sakit,” Urai Didiek.

Meskipun demikian, apabila terjadi pelanggaran sesuai aturan yang ada, Didiek siap dicopot dari jabatannya, “Apabila saya melanggar Disiplin PNS dan ditemukan unsur fatal atas permasalahan tersebut, saya siap dicopot,” Katanya.

Menanggapi permasalahan ini, Pihak Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Sekretaris Heri Mulyono, tidak bisa memberi keputusan lantaran Kepala Dinas lagi ada kegiatan.

“Saya apresiasi teman – teman wartawan AJP-B. dan pernyataan yang dilontarkan oleh Kepsek Didiek Primadiyanto, ini memang tidak seharusnya diucapkan,” Ujar Heri.

Meskipun begitu, pihaknya (Heri Mulyono- Red) belum bisa memberi keputusan atas permasalahan ini, karena Kepala Dinas kebetulan banyak kegiatan dan tidak bisa hadir.

“Kami masih belum bisa memberi keputusan atas permasalahan ini. selain tidak adanya Kepala Dinas, untuk menjatuhkan sanksi, juga harus melalui proses dan pertimbangan. Apakah yang dilakukan itu sanksi ringan atau berat,” Terangnya.

Diketahui bahwa, bermula dari Ajis Wartawan Pojokkiri, yang melihat proyek pembangunan rehab gedung di SMPN 2 Purwodadi dan bertemu dengan Kepsek Didiek Primadiyanto.

Dengan nada canda, Ajis mengatakan kepada Kepsek Didiek, “Wah, akeh iki batine,” kata Ajis.

Mendengar ucapan Ajis, Kepsek Didiek terpancing emosi sehingga melontarkan ucapan sebuah perumpamaan bahwa, “Wartawan itu seperti maling”. (Gun)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE