AJM Sebut Oknum Disperindag Sumenep Halangi Tugas Jurnalis

0
12715

Halangi Tugas Jurnalis, Bisa Terancam Pidana

Sumenep, SIGAP88 — Media massa mempunyai fungsi menyampaikan pesan atau sebagai wadah penyampaian informasi, hiburan, dan pendidikan, selain itu, media berfungsi sebagai kontrol sosial.

Pelaksanaan fungsi kontrol sosial oleh pers sebagian besar ditujukan kepada pemerintah dan aparat negara. Karena, fungsi ini selalu membela kepentingan masyarakat.

Fery Arbania selaku ketua Aliansi Jurnalis Madura (AJM), Minggu (23/09/2018) mengatakan Pemerintah yang tidak transparan berakibat pemerintah yang otoriter, korup, dan diktator. “Karena semua kebijakannya hanya dia yang tahu sehingga rakyat kurang bisa mengawasi jalannya pemerintahan.” tuturnya

Fery menambahkan, kami selaku Aliansi Jurnalis Madura menggali informasi terkait penerima bantuan offset digital di kantor Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep hingga kini masih penuh ‘misteri’

Dijelaskan Fery, penyebab ‘kabur’nya data yang sulit digali disebabkan pihak Disperindag Kabupaten Sumenep tidak adanya ketransparanan

Padahal Sesuai dengan pasal 4 ayat 2 dan 3 mengenai hal menghalang halangi upaya Media untuk mencari dan mengolah informasi akan terancam pidana.

“Tidak menutup kemungkinan apa yang dilakukan oleh salah satu oknum pegawai Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) sudah mengarah kepada pasal yang sudah tercantum”, jelas Fery.

Fery yang juga merupakan Pimpinan salah satu Media lokal ini mengatakan sangat prihatin sekali apabila ada oknum pejabat yang tidak terbuka atau transparan kepada Media yang sedang menggali informasi.

“Media sebagai corong masyarakat juga merupakan pilar ke 4 dalam demokrasi harus memberikan informasi ke publik yang benar benar aktual”, tegas Fery.

Sehingga program pemerintah akan tersampaikan kepada masyarakat secara jelas dan akurat dan tidak ada gunanya oknum ASN menyembunyikan data yang ada apalagi Tugas Pers dilindungi oleh Undang Undang.

Hal ini seperti yang di lakukan oknum di Disperindag tidak kooperatif memberikan keterangan dan informasi yang sedang di gali oleh Media, apalagi terkesan mempersulit tugas Wartawan yang sedang menjalankan tugas.

“Sudah jelas di pasal 18 UU Pers, dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait menghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana,”kata Fery dengan berapi api.

Masih menurut Fery bahwa Pasal 4 UU Pers sudah di jelaskan bahwa menjamin kemerdekaan pers, dan pers Nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.

“Hal yang menimpa rekan rekan Jurnalis yang tergabung dalam AJM yang hendak menggali informasi penerima bantuan offset digital, dengan undang undang itu harusnya tidak lagi dipersulit dengan alasan apapun,” tukas Fery.

Sebelumnya, Aliansi Jurnalis Madura (AJM) beberapa hari yang lalu melakukan konfirmasi di kantor yang beralamatkan di jalan Urip Sumoharjo No. 02 Pabian Sumenep tersebut di terima oleh Kabid Perindustrian Mohammad Halil Rosihan

Halil mengaku bahwa memang ada bantuan mesin percetakan tersebut, namun dia tidak tahu siapa penerima alat tersebut, dengan dalih dia baru menjabat

“Bantuan mesin percetakan memang ada, namun saya tidak tahu diserahkan kepada siapa. Karena saya masih baru menjabat disini,” ungkapnya

Lantas Halil memanggil salah satu stafnya bernama Suci untuk menjelaskan terkait bantuan offset Digital tersebut.

Ironisnya, keterangan yang disampaikan dari stafnya juga tidak jelas, realisasinya bagaimana, diserahkan kemana dan kepada siapa. Suci hanya bisa mengatakan bahwa bantuan itu berada di desa Pangarangan, namun kepada kelompok atau perorangan dia tidak bisa menyampaikan.

Sampai berita yang kesekian kalinya di tayangkan pihak (Disperindag) terkait yang di gali oleh rekan Media tentang bantuan mesin percetakan (Offset Digital) yang besaran dananya mencapai RP 225 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep tidak ada ketransparanan siapa penerimanya.(Tim/Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE