692 KK Warga Desa Legung Timur, Sumenep Terima BST di Kantor Pos

303

Sumenep | Sigap88 – Sebanyak 692 masyarakat Desa Legung Timur Kecamatan Batang batang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, tumplek di kantor Pos Batang batang untuk mencairkan Bantuan Sosial Langsung (BST). Kamis 21 Mei 2020.

Sekretaris Desa Legung timur Imam Sofyan, SH, saat ditemui oleh tim sigap88.com menyampaikan, kami mendapat data KPM (Keluarga penerima manfaat) BST, kemaren hari Rabu 20 Mei 2020 sekira pukul 11.00 wib.

“Data BST kami terima kemaren dan kami melakukan pengecekan semua nama penerima sesuai data biz,” kata Sekdes Imam.

Dari 692 KPM BST ada beberapa KPM yang telah ada di data penerima PKH dan penerima BLT-DD yang telah kami konsep dan telah di Musdeskan.

“Sesuai data yang ada apabila ada KPM yang ganda dengan BST dan PKH, maka kami mengajukan penawaran terhadap KPM untuk memilih bantuan yang mana yang akan di ambil,” jelasnya.

Akan tetapi, apabila data BST ganda dengan data BLT-DD maka data yang dari BLT-DD akan di hapus dan akan di alihkan kepada KK yang belum pernah mendapat bantuan dari Sosial.

Dijelaskan oleh Imam bahwa, dari keberadaan KK yang ada di Desa Legung timur, masih sekitar 25 persen warga yang layak menerima bantuan belum mendapatkan bantuan. “Kami tetap akan mendata semua KK yang belum menerima bantuan dan layak mendapat bantuan, dikarenakan ada sekitar 20 KK yang namanya tercamtum di data BST dan BLT-DD,” jelasnya.

“KK yang terdampak Covid-19 akan kami data, untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah dan provinsi,” tegasnya.

Sementara Camat Batang batang Ir Joko Suwarno, MM menyampaikan, hari ini ada pelaksanaan penerimaan Bantuan Sosial Langsung (BSL) di kantor Pos.

“Ada 3 Desa yang bisa di cairkan dana BSL di Kantor Pos Batang batang yang diantaranya Desa Legung timur dengan total penerima sebanyak 692 KPM,” jelasnya

Disinggung dengan adanya tumpang tindih penerima Bansos, Mantan Sekretaris Disnaker Sumenep ini menyampaikan, apabila ada ketumpang tindihan penerima Bansos dari BSL dengan PKH bisa di hapus.

“Apabila penerima bantua BST masih terdaftar di BLT-DD maka, daftar nama di BLT-DD bisa di hapus dan di alihkan kepada KK lain yang layak menerima,” ungkapnya.

Namun, apabila tidak ada lagi KK yang layak menerima, di alihkan kepada warga yang benar benar terdampak Covid-19,” tegasnya.

Disebutkan oleh Camat Joko, warga yang terdampak Civid-19 diantaranya sopit taxi, tukang ojek, warung. “Apabila tidak ada lagi maka dana tersebut bisa dialihkan kepada kegiatan lain yang menyangkut dengan Covid-19, diantaranya pemberian Masker, penyediaan hend sanitizer dan yang lain,” pungkasnya. (Ain)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE