38 Tenaga Medis RS KUSUMA BHAKTI Bondowoso Tidak Menerima Gaji Dan Pesangon

830

BONDOWOSO, SIGAP 88 – Sungguh miris dan prihatin nasib para tenaga medis maupun non medis rumah sakit Kusuma Bhakti Bondowoso, pasca rumah sakit tersebut mengalami kebangkrutan. Gaji karyawan tidak dibayar bahkan para karyawan medis tidak mendapatkan pesangon.

Pada awalnya klinik Kusuma Bhakti yang beralamat di jalan Dr. Sutomo kecamatan kota kabupaten bondowoso mengalami kemajuan bahkan sempat naik kelas dari kategori klinik menjadi rumah sakit.

Rumah sakit yang di komandani oleh Dr. Yahya Amar sempat menjadi pesaing RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso, namun di era ± 2015 sampai dengan sekarang lambat laun RS tersebut mulai memudar pamornya, sehingga di tahun 2017 tepatnya per 1 Oktober sudah tidak melayani atau menerima pasien lagi alias “bangkrut” saat ini yang menjadi korban dari pada kebangkrutan tersebut adalah para tenaga medis maupun non medis yang sampai saat ini tidak digaji dan tidak mendapatkan pesangon.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu tenaga medis senior RS. Kusuma Bhakti (Hastono) saat dikonfirmasi oleh media ini mengungkapkan.

“Sebab daripada kebangkrutan RS ini adalah akibat dari pengelolaan manajemen dan administrasi yang amburadul. Saat itu kepala administrasinya adalah bapak Haryanto lulusan STM dan ditahun 2017 diganti oleh ibu Sri Rahayu lulusan SMP, yang jelas amburadul. Bahkan mengenai HOK di saat bapak Haryanto tahun 2016 gaji saya dan teman-teman yang lain selama 3 bulan tidak terbayar sampai pada serah terima jabatan ke ibu Sri Rahayu dak terbayar. Yang aneh bapak Haryanto dan ibu Sri Rahayu adalah juga pemilik saham, kan seharusnya pemilik saham tidak diperbolehkan menjadi pengelola ataupun pejabat di rumah sakit pak” imbuhnya.

Dan ditambahkannya lagi HOK yang diterima oleh kami dibawah UMR pak, karena  kami ada yang dibayar Rp.75 ribu, Rp. 250 ribu sampai Rp. 300 ribu sedangkan di kabupaten bondowoso UMRnya adalah ± Rp. 1.417.000,- per bulan” ungkapnya.

Dari penelusuran tim investigasi media ini ke beberapa tenaga medis RS Kusuma Bhakti yang nasibnya juga tidak jauh berbeda dengan yang lain menyebutkan

“Saya sebagai bidan di RS. Kusuma Bhakti ini dari awal berdirinya hingga sekarang belum pernah merasakan hidup layak atau gaji layak, yang mengherankan saya pribadi dan teman-teman medis lainnya, kok bisa lulusan STM dan SMP (Pak Haryanto dan Bu Sri Rahayu alias Welly) bisa menjadi kepala administrasi, disamping itu pula sebagai pemilik saham pak. Saya minta tolong gimana caranya hak-hak saya dan teman-teman yang lain diperhatikan” imbuhnya.

Ditempat terpisah kepala administrasi rumah sakit Kusuma Bhakti (Sri Rahayu) alias bu welly saat akan dikonfirmasi di kediamannya jalan RE. Marthadinata tidak ada di tempat.

Dari ke 38 tenaga medis RS. Kusuma Bhakti yang di koordinir oleh saudara Hastono mengadu atau meminta bantuan ke pihak LSM kabupaten bondowoso “LSM IGW (Internal Goverment Watch) yang diketuai oleh bapak Johan OB, dan direspon bahkan pelaporannya masih menunggu kelengkapan administrasi dan investigasi lanjutan.

Menurut ketua IGW Johan OB dalam 1 atau 2 hari ini Insyaallah sudah rampung. Dan dilanjutkannya lagi pihak Disnakertran kabupaten bondowoso belum berhasil di konfirmasi terkait masalah HOK” imbuhnya.

Sampai berita ini naik pihak direktur RS. Kusuma Bhakti “dr. Yus Deny maupun direktur yayasan RS. Kusuma Bhakti belum berhasil dikonfirmasi. bersambung….(MZ/SO)

Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan silahkan menggunakan Hak Koreksi & Hak Jawab Via Email : redaksi@sigap88.com atau WA 0838 3025 3823 dan Telp 081 249 484 666 Sesuai UU No. 40/1999 Pasal 5 Tentang PERS