35 Anggota KPK Kembali Obok Obok Kota Malang

0
180
Komisi Pemberantas Korupsi Kembali Ke Kota Malang Untuk Pengembangan Kasus Suap dan Uang Gratifikasi Rp 5,8 Milyar

Malang,Sigap88- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan aksi ‘bersih-bersih’ Kota Malang. Hari ini (8/10/2018) tim KPK dikabarkan turun melakukan penggeledahan. Setelah meringkus 41 pejabat legislatif, KPK juga membidik jajaran eksekutif alias pejabat-pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap anggaran.

Kedatangan KPK tersebut dipastikan oleh Kapolresta Malang AKBP Asfuri. “Tadi ada peminjaman ruangan untuk rapat. Juga permintaan personel untuk membantu KPK, tapi aktivitasnya apa atau ke mana, kami tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Asfuri, permintaan tersebut tidak disertai dengan penyampaian surat permohonan seperti biasanya. Permintaan disampaikan langsung ketika tim KPK telah sampai di Kota Malang. “Ada enam personel yang kami tugaskan mengawal kegiatan KPK. Mereka menyampaikan ada kegiatan di Kota Malang hari ini,” tambahnya.

Asfuri mengatakan, tim KPK sampai di Mapolresta Malang sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah melakukan rapat di ruang eksekutif, sekitar 15 menit tim turun dan langsung meninggalkan mako dengan pengawalan personel kepolisian.

Sebelumnya, dalam agenda seminar di Kota Malang, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang menegaskan bahwa tim penyidik masih terus menindaklanjuti fakta-fakta dan bukti pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Kota Malang. Menurut dia, saat ini tim penyidik masih terus mendalami kasus tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang dilakukan tidak akan tebang pilih. “Yang pasti, kalau memang bicara Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, pemberi dan penerimanya kan dua-duanya harus kena. Nanti dilihat (keterlibatan ekskutif),” ujarnya.

Saut mengungkapkan bahwa penyidik tidak hanya berhenti pada bukti-bukti yang sudah didapatkan. Tetapi juga mengembangkan penyidikan terkait dengan fakta-fakta baru yang ditemukan di rangkaian pemeriksaan hingga di meja persidangan. “Sebenarnya tinggal tunggu waktu saja. Penyidik dalam memutuskan harus benar-benar teliti, bukti adalah yang terpenting. Selama ada bukti yang terkait dengan eksekutif tentu akan dipelajari lebih dalam lagi,” urainya.

Saut juga mengimbau bahwa para tersangka yang sudah ditetapkan statusnya, tak perlu berdalih dan justru merintangi penyidikan. “Ya nanti bisa kita buktikan,” ujarnya.

Terkait sejumlah anggota dewan yang lolos dari jeratan kasus itu, Saut menyatakan pihak penyidik memiliki pertimbangan khusus. “Ada pertimbangan-pertimbangan khusus. Kan ada yang sakit. Kalau ada bukti-bukti, pasti tidak akan lepas,” tegasnya.

Sebelumnya, KPK telah menahan 41 mantan anggota DPRD Kota Malang terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015. Selain itu, ada dua pejabat eksekutif yang juga diciduk, yakni mantan Kepala Dinas DPUPPB Kota Malang Jarot Edy Sulistyono dan mantan Wali Kota Malang Moch. Anton.

Selain itu, KPK tengah menelusuri soal dugaan suap lainnya di lingkungan Pemkot Malang. “Ada dua dugaan penerimaan, pertama suap total Rp 700 juta dengan kode uang pokir terkait pembahasan APBD Perubahan 2015 dan dugaan gratifikasi Rp 5,8 miliar terkait dana pengelolaan sampah di Kota Malang,” ujar Jubir KPK Febri Diansyah beberapa waktu lalu.

Informasi yang diterima selain pejabat eksekutif, KPK juga akan melihat keterlibatan pihak-pihak swasta rekanan Pemkot Malang. Meski demikian, Febri belum memberikan informasi resmi terkait kegiatan tim KPK di Kota Malang hari ini.(Rud) Artikel malang Times

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE