120 Penerima Bantuan RTLH Mengikuti Sosialisasi di Dinsos Sumenep

0
283

Sumenep | SIGAP88 – Dinas sosial (Sinaosa) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar sosialisasi Rehabilitasi Rumah tidak layak huni, kegiatan pembinaan dan penyerahan bantuan stimulan untuk rumah tidak layak huni tahun anggaran 2019 yang bertempat di ruang rapat Dinas Sosial Sumenep, Selasa (16/07/2019)

Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Dinas Sosial Drs R.H Akhmad Aminnullah, Kabid penanganan Fakir miskin Akhmad Zeini, Kasubag Humas Dinsos Tutik, perwakilan dari Bank BPRS, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dan semua calon penerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial menyampaikan, bantuan stimulan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) ini merupakan wujud perhatian pemerintah kabupaten Sumenep kepada masyarakat yang gatis kehidupannya di bawah rata rata.

“Untuk membantu masyarakat yang tidak mampu maka pemerintah memberikan stimulan bantuan kepada masyarkat yang rumahnya sudah tidak layak huni,” ungkap Kadinsos Sumenep.

PT Banner BaitiSholawat

Program ini bertujuan untuk membantu kepada masyatkat miskin yang rumahnya sudah tidak layak dihuni.

Kadis Aminullah menegaskan, program bantuan dari pemerintah ini harus benar benar dilaksanakan.

“Kepada semua TKSK setiap kecamatan harus memantau pelaksanaan RTLH dan tidak ada penerimaan berbentuk apapun dari penerima bantuan RTLH,” tegas Minol sapaan akrab kadis Sosial.

“Penerimaan bantuan RTLH yang melalui rekening penerima masing masing akan terlaksana dua tahap,” jelasnya.

Sementara Kabid penanganan fakur miskin, Akhmad Zeini menyampaikan, sesuai peraturan Nomer 100 tahun 2018 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Sumenep tahun anggaran tahun 2019, e kepuptusan Bupati Nomer 188/225/435.102/ 2019/36 Maret 2019 tentang penerimaan bantuan RTLH berupa uang untuk rehabilitasi tidak layak huni tahun anggaran 2019.

“Ada 120 calon penerima bantuan RTLH yang sudah terferivikasi dan pencairannya melalui Bank BPRS dan juga melalui 2 tahap, tahap pertama 70% dan kedua 30%,” ungkap Zeini.

Sedangkan pencairan tahap ke 2 menunggu pelaporan atau SPJ yang sudah rampung tahap ke pertama. “TKSK bisa membantu segala apa yang di butuhkan oleh penerima bantuan RTLH seperti pembuatan SPJ,” imbuh Zeini. (Koes)

sigap88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE