Press Release Polres Pamekasan Ungkap Kasus Pembakaran Maling

0
72

Pamekasan, SIGAP88 – Kasus kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka berat dan yang menyebabkan matinya orang atau penganiayaan yang menyebabkan matinya orang, sabtu  (15/07).

Kapolres Pamekasan. AKBP Nowo Hadi Nugroho,SH.SIK mengungkap pelaku pembakaran pencuri yang terjadi di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan pada hari Senin 22/Mei/2017 silam, akhirnya ditetapkannya pelaku pembakaran maling tersebut dengan gelar press release.

Melansir Sigap 88 Kapolres Pamekasan, AKBP Nowo Hadi Nugroho saat ini masih menetapkan satu tersangka yang atas nama Fathor Rahman ( 42 ) warga asal Dusun Tengah Desa Poto’an Laok Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

AKBP Nowo Hadi menambahkan bahwa pada kasus pembakaran maling tersebut dengan tidak menutup kemungkinan ada tambahan sejumlah tersangka lain dalam kasus tersebut, terangnya.

Sementara dalam press release tersebut Kapolres menjelaskan bahwa tersangka pelaku kasus pembangkaran maling yang menyebabkan matinya orang akan dijerat UU 170 ayat ( 2 ) ke 2e,3e atau ,351 ayat ( 2 ),( 3 ) juncto 55 ayat ( 1 ) ke 1 KUHP Tentang : bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka berat dan matinya orang atau turut serta melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan matinya orang lain dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 12 tahun penjara,kata Nowo Hadi.

Dalam press release ini penetapan tersangka pelaku penganiayaan tersebut Polres Pamekasan memperlihatkan pula tersangka sebagai pelaku penganiayaan dengan barang barang bukti yang telah di sita yang diantaranya, sobekan kain sarung yang sebagian sudah terbakar, sobekan kain handuk yang sebagian sudah terbakar,patahan kayu yang sebagian sudah terbakar, satu handphone Blacberry Touch warna hitam dari Mohammad Jabir,Handphone Merk Samsung A3 warna Gold dan sebilah celurit.

AKBP Nowo Hadi menghimbau dengan terjadinya kasus penganiyaan ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi masyarakat apabila ada penangkapan setidaknya tidak melakukan tindakan sendiri dan sebaiknya diserahkan ke aparat hukum, tandasnya.

Seperti yang diketahui kasus penganiyaan inu terjadi pada 22/ mei /2017 yang korbannya adalah Kusno Hadi ( 40 ) asal Dusun Berruh Desa Blumbunga Kecamatan Larangan, korban di bakar hidup hidup oleh warga Larangan Badung di lapangan sepak bola Larangan Badung tepatnya di belakang Toko Almagfiroh, lantaran kepergok hendak mencuri sepeda motor.

Polres Pamekasan sampai saat ini masih mengembangkan kasus tersebut yang telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi. ( Hen )