Bupati Landak Antar Anak Kesayangannya Masuk Sekolah

0
167

Landak Kalbar, sigap88 – Masa liburan telah berakhir dan kini saatnya bagi para siswa untuk kembali kebangku sekolah. Para orang tua juga sibuk mempersiapkan kebutuhan putra/putrinya dan mengantarkan mereka kesekolah. Sama halnya juga dengan apa yang dilakukan oleh Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa yang mengantarkan putra pertamanya ke SD Kristen Makedonia Ngabang Senin (17/07).

“Yah, sudah memang seperti itu, bangun awal, nyiapin kebutuhan anak sebelum kesekolah dan anterinnya juga, apa lagi anak pertama saya itu, murid baru disekolahnya, jadi mungkin selama 1 minggu akan saya anterin kesekolah, setelah mulai bisa menyesuaikan diri, kenal dengan teman-temannya, setelah itu nanti ada bis sekolah yang antar jemput.” ucap Karolin. Jorrel Shandyka, merupakan putera pertama dari pasangan dr. Adhy Nugroho dan dr. Karolin Margret Natasa. Siswa pindahan dari Popay Montessori School Jakarta dikenal pendiam dan pemalu.

“Dia (Jorrel) memang agak pemalu dan pendiam atau introvert sehingga sedikit sulit baginya untuk berkenalan dengan orang-orang yang baru. Oleh karena itu saya harus dampingi dahulu mengenal lingkungan dan teman-teman disekolahnya yang baru,” ungkap Karolin. Mantan Anggota DPR RI itu juga berharap agar putra pertamanya itu dapat segera menyesuaikan diri di lingkungan sekolahnya yang baru.

“Mudah-mudahan Mas Joe bisa segera menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolahnya yang baru, anak saya yang satu ini sedikit mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia karena disekolah asalnya bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris, dan kebiasaan disekolah itu kebawa sampai kerumah, butuh waktu memang bagi dia untuk beradaptasi,” ungkapnya.

Selain itu, Karolin juga berharap agar anaknya mampu mandiri dan bergaul dengan semua orang tanpa dibatasi pangkat dan golongan.

“Saya berharap dia bisa mandiri nantinya, saya sejak kecil sudah diajarkan untuk mandiri. Sejak duduk di kelas 5 SD saya sudah masuk Asrama di SD Amkur Sambas, begitu juga saat SMP dan SMA saya di Pontianak hingga masuk kuliah di Fakultas Kedokteran Atma Jaya Jakarta. Pengalaman itu yang saya bagi kepada anak-anak saya sebagai sebuah motivasi bagi mereka bahwa saya menjadi seperti saat ini melalui proses yang panjang.

Prinsipnya disiplin dan mandiri. Selain itu saya juga berpesan kepada dia agar tidak pilih-pilih dalam berteman, tidak melihat status sosial dalam berteman, saling berbagi dengan teman-temannya. Karena pada prinsipnya juga kita ini derajatnya sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan,” katanya.(STN)