Dandim 0822 Bondowoso Menghadiri Kegiatan Demontrasi Alsintan Combine

0
61

Bondowoso, SIGAP88 – Modernisasi pertanian melalui mekanisasi merupakan solusi yang efisien untuk menggantikan pola usaha tani manual dan mengatasi keterbatasan jumlah tenaga kerja.

Seperti yang dilakukan oleh PT. Tanikaya Jakarta dengan mengadakan Kegiatan
Demontrasi Alsintan Combine (Alat Memanen Padi) yang bertempat di BPP Besuk Kecamatan Klabang, Kamis (13/07).

Alsintan Combine merupakan sebuah Alat panen yang merupakan kombinasi antara pemotong dan perontok padi (thrasher) serta bisa berjalan dengan mesin beroda rantai seperti roda tank.

Kegiatan Demontrasi Alsintan Combine dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Dandim 0822 Bondowoso Danramil, Babinsa, serta Kelompok Tani (Poktan) dan PPL dari wilayah Kecamatan Cerme, Prajekan, Botolinggo dan Klabang.

Seperti disampaikan Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf.Tarmuji S.Ag akan segi positif dari adanya Modernisasi pertanian.

“Adanya mekanisasi alat pertanian seperti ini, akan mempermudah semua kegiatan pertanian. Karena dapat dikerjakan lebih ringan dan praktis dibanding pola manual. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian sendiri”, ungkapnya.

Lanjut Dandim, Disamping itu modernisasi pertanian juga diharapkan bisa untuk menarik minat generasi muda di bidang pertanian seiring dengan ketersediaan dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Adanya mekanisasi semua kegiatan pertanian dapat dikerjakan lebih ringan, praktis dibanding pola manual. Di sinilah daya tarik teknologi pertanian modern bagi generasi muda”, imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang mengikuti Kegiatan Demontrasi Alsintan Combine.

“Kami sangat puas melihat hasil kerja mesin. Sebab selain menghemat waktu panen, kerugian hasil panen jauh lebih sedikit dengan menggunakan combine.
Yang paling menakjubkan, gabah langsung dipisah dan dimasukkan ke karung. Kalau dihitung-hitung, alat ini juga dapat meminimalisir biaya panen”, ungkap sejumlah Kelompok Tani. (Hendrik).