Usulan dan kajian yg menarik dari kelompok sebelah, Ibu Kota RI Madura Raya

0
57

SIGAP88 – Bappenas RI telah mengeluarkan statemen tentang pemindahan Ibu Kota indonesia tidak lagi di Jakarta. Beberapa kajian Bappenas telah melalukan kajian akhir tahun 2017. Dari era presiden Soekarno sampai Joko widodo terus membuat isu pemindahan ibu kota.

Namun tampaknya era Jokowi ini sangat serius karena Jakarta sudah tidak layak jadi ibu kota. Masalah macet, Banjir, Ketimpangan sosial, ekonomi dan politik serta hukum menjadi pertimbangan untuk pindahnya ibu kota.

Dulu ada wacana pindah ke jonggol dekat jakarta. Pindah ke kalimantan terutama PalangKaraya. Namun Palangkaraya rasanya kurang layak. Palangkaraya terkenal dengan lahan gambut dan kebakaran hutan yang luar biasa.

Sebenarnya ada pulau yang masih di jawa yang sangat sangat layak yaitu pulau garam madura Raya yang sekarang syarat dengan wacana jadi propinsi.

Sebenarnya sekalian di wacanakan jadi ibu kota lebih menarik MADURA PALING LAYAK.

Mengapa madura ada  5 pertimbangan : ~pertama :
Kalau peta indonesia kota lipat maka tengah tengahnya adalah pulau madura.

~Kedua
tekstur tanah madura sangat bagus .

~Ketiga
Madura diKelilingi laut sehingga aspek transportasi laut. Udara dan internasional .

~Ke empat
Dan kultur madura  khusus yang masyarakatnya santri yang taat pada figur idolanya.

~kelima
Madura adalah pulau surga yang potensi SDA nya bisa mengalahkan Bali kalau di kelola.

Misalnya sumenep adalah pulau surga.
Bayangkan kalau membangun ibu kota di madura akan lebih mudah.

Misalnya istana presiden, Kantor kantor Kementrian, DPR dan lembaga lembaga negara lainnya. Jadi cukup 2 tahun untuk bangun madura.

Madura sudah ada jembatan yang bisa mennghubungkan dengan surabaya.
Berupa jembatan suramadu. Nanti ada jembaran probomadu. Kemudian kalimadu. Bandara juga bisa di bangun nasional dan internasional. Karena madura dekat dengan australian.

Jadi yang paling tepat adalah ibu kota indonesia adalah Madura Raya.

Nanti madura jadi DKM (Daerah Khusus Madura Raya) .

Mohon di sebarkan.

Salam ibu kota  baru.

Oleh :
M.Mufti Mubarok
Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Tanah (PUKAT)