Hotel Kartika Graha Jadi Saksi Bisu Nama Red Army Ke Garda Pancasila

0
196

Malang,Sigap88 – Red Army yang sempat viral di media massa hari ini(10/07) menyelenggarakan Halal bihalal yang bertempat di hotel Kartika graha kota malang.

Sekitar 1000 simpatisan yang hadir di ballroom penuhi tempat duduk yang di selenggarakan oleh panitia penyelenggara dalam halal bihalal dan mendeklarasikan penggantian nama Red Army menjadi Garda Pancasila,karena sebelum di ganti nama garda pancasila,red Army di tuduh sebagai Komunis.

Drs Peni Suparto, dalam pidatonya “Saya bersyukur sepanduknya di turunkan karena waktu sudah habis,menurut mantan walikota Malang ,Pancasila adalah dasar negara,”Pancasila bukan pilar melainkan dasar negara” kita lihat sejarahnya dulu.”tuturnya.

Ketua organisasi juga berbicara sejarah dengan garis besar tentang Pancasila bukan pilar negara tapi sebagai dasar negara yang jatuh pada tanggal 1 Juni,karena Pancasila merupakan tonggak yang kuat kokoh adil makmur (gemah Ripah loh jinawi).

Mantan walikota itu juga menjelaskan makna proklamasi adalah statemen telah merdeka dan proklamasi itu di tujukan pada dunia kalau Indonesia merdeka dan di mulai berdirinya NKRI,barulah ada UUD 45 sebagai undang undang yang berlaku

Bapak Peni juga ingin memviralkan kalau dia tidak setuju dengan digantinya nama Red Army menjadi garda pancasila dan saya bertanggung jawab penuh atas statemennya.”tegasnya.

Selesai berpidato Drs.peni Suprapto menetapkan pada 10 Juli 2017 nama Red Army resmi di ganti garda pancasila karena sebelum diganti nama,Red Army dalam viral medsos nama Red Army di tuduh sebagai bagian dari komunis.

Sampai saat ini garda pancasila sudah memiliki kepengurusan sampai anak ranting dan memiliki jiwa nasionalis.peni suprapto pun juga menegaskan nama Red Army/Garda Pancasila tidak ikut politik walaupun pengurusnya semua pecatan dari partai politik.

Mantan walikota Malang itu mendirikan ormas Garda pancasila bertujuan untuk mempertahankan Pancasila dan tidak akan mundur sejengkal pun kalau untuk mempertahankan Pancasila.”tuturnya.

Acara halal bihalal di buka dengan tarian khas Papua yang di bawakan mahasiswa/siwi yang mengenyam pendidikan di kota malang.(Dar/Rud)