Belum Empat Bulan Nikmati Mercedes-Benz, Orias Terpaksa Hengkang dari Dirut PT Pelindo III

0
172

Surabaya,SIGAP88 – Orias Petrus Moedak, belum genap setahun menyandang  jabatan sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III.

Namun, orang ‘nomor satu’ belum genap 4 bulan, menikmati fasilitas mobil dinas (mobdin) PT.Pelindo III senilai Rp 1,8 miliar jenis Mercedes-Benz tipe GLS 400 sejak awal Januari 2017 itu terpaksa ‘hengkang’ dari  jabatannya demi posisi baru dibawah Dirut PT Bukit Asam (PTBA), Arviyan Arifin.

“Saya mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Pelindo 3,” ujar Orias Petrus Moedak yang diumumkan menjadi Direktur Keuangan (Dirkeu) dalam sebuah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan pelat merah bidang pertambangan batu bara yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut, Kamis (20/4/2017).

Penggalan pernyataan mundurnya Orias, sapaan akrabnya dari ‘kursi empuk’ yang ia duduki sejak 16 Mei 2016 melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No: SK-102/MBU/05/2016 itu tersurat lengkap dalam pesan pendek yang diterima kalangan awak media.

Pesan berantai bernuansa pamitan yang ditulisnya itu menyebut, terpaksa meninggalkan posisi Dirut Pelindo III dengan alasan larangan rangkap jabatan.

“Teman2, siang tadi saya diangkat menjadi Direktur Keuangan PTBA. Sesuai aturan yang berlaku tentang larangan rangkap jabatan maka saya harus mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Pelindo 3,” tulis lelaki yang pernah dua tahun menduduki jabatan Dirkeu Pelindo II, Jakarta, sejak 2014 lalu tersebut.

Lepasnya Orias dari jajaran perusahaan pengelola 43 pelabuhan di 7 provinsi Indonesia tersebut sempat memunculkan banyak penafsiran di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkantor pusat di area Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tersebut.

Desas-desus pengadaan mobdin Mercy seri terbaru untuk 5 Direksi Pelindo III sebagai pengganti uang mobilisasi senilai Rp 45 juta/orang/bulan yang dikucurkan manajemen PT.Pelindo III selama dua tahun itu menjadi isu pemicu yang terus menggelinding dari hengkangnya pejabat kelahiran Kupang, NTT tersebut.

“Wah, nggak tahu kalau itu (berita mobdin, red). Tapi, kabar tentang mobil dinas Mercy untuk jajaran Direksi Pelindo III, belakangan ini memang kencang pemberitaannya. Tapi, apa iya seperti itu. Setahu saya diposisikan sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam dalam RUPS,” tukas beberapa orang yang ditemui di lingkungan perusahaan pemilik 10 anak usaha dalam naungan Kementerian BUMN tersebut.

Sebelumnya, pemberitaan terkait efisiensi keuangan perusahaan yang disandarkan pada pengadaan mobdin pabrikan Jerman sebanyak 5 unit Mercedes-Benz tipe GLS 400 untuk jajaran Direksi, termasuk Orias selaku Dirut Pelindo III.

Mencuatnya kabar mobdin premium bergenre Sport Utility Vehicle (SUV) yang didatangkan dari PT Kedaung Satrya Motor Surabaya selaku main dealer resmi dan pemenang lelang dari pengadaan mobdin berfasilitas keamanan standar bintang 5 asal Eropa tersebut.

“Yang pasti, memang ada banyak alasan, mengapa kami pilih Mercy. Salah satunya adalah tingkat keamanan dan keselamatannya. Dari bahan bakar juga hemat. Satu liter BBM bisa menempuh 11 kilometer untuk luar kota. Sedangkan dalam kota bisa mencapai 7,5 kilometer. Dengan mobil ini, kami bisa melakukan efisiensi,” yakin Wendra, panggilan akrab Widyaswendra, VP Corporate Communication (Corcom)/Humas PT Pelindo III saat ditemui di ruang PPID PT Pelindo III, Kamis (14/4/2017) lalu.

Ia mengklaim, pembelian 5 mobdin yang ditotal nilainya mencapai Rp 9 miliar ini sesuai aturan dan sudah seizin Dewan Komisaris Pelindo III.

Setelah melalui beberapa tahapan itu, per 1 Januari 2017, manajemen PT Pelindo III memberikan mobil dinas untuk para Direksi dengan batasan mesin maksimal 3.500 cc.

“Aslinya, mobil Mercedes-Benz yang digunakan sebagai mobil dinas ini kapasitas mesinnya hanya 2,996 cc,” tutur Wendra sembari menunjukkan salinan surat lampiran dari Kementerian BUMN bernomer: S 29/D4.MBU/6/2016 yang dikuatkan Peraturan Menteri (Permen) BUMN yang ditandatangani mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bernomor: PER-04/MBU/2014 tertanggal 10 Maret 2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara yang telah diubah dengan Permen Nomor: PER-02/MBU/06/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara yang ditetapkan Rini M Soemarno selaku Menteri BUMN pengganti Dahlan Iskan, pada tanggal 20 Juni 2016.

Sekadar tahu, manajemen PT Bukit Asam (PTBA) Tbk resmi merombak direksi dan komisarisnya, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

PTBA telah mengangkat dua orang direktur dan komisaris, masing-masing adalah mengangkat Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin menggantikan Achmad Sudarto di posisi Direktur Pengembangan Usaha.

“Lalu, Orias Petrus Moedak menjabat sebagai Direktur Keuangan menggantikan Anung Dri Prasetya,” tutur Corporate Secretary PTBA, Adib Ubaidillah. (don/red)

Berikut susunan Direksi dan Komisaris PT Bukit Asam yang baru :

Direksi:
–    Direktur Utama: Arviyan Arifin
–    Direktur Keuangan: Orias Petrus Moedak
–    Direktur Operasi: Suryo Eko Hadianto
–    Direktur Niaga: Arie Prabowo Ariotedjo
–    Direktur SDM dan Umum: Joko Pramono
–    Direktur Pengembangan Usaha: Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin

Komisaris:
–    Komisaris Utama: Agus Suhartono
–    Komisaris Independen: Johan O Silalahi
–    Komisaris: Muhammad Said Didu, Purnomo Sinar Hadi, Robert Heri, Heru Setyobudi Suprayogo