indonesia Indonesia english English
Hari ini:
Headline News:
Nasional
EKONOMI BISNIS
Hukum Kriminal
Nusantara
Regional
Ragam
Gaya Hidup

SIDOARJO[SIGAP88.COM] Dengan menggunakan tujuh jenis ID card palsu dari berbagai media mingguan serta mengaku sebagai anggota BIN (Badan Intelijen Negara), tiga pelaku penipuan yang bernama TEGUH SANTOSO (40) warga Desa Jeruk, Kecamatan Krian, Sidoarjo, SIGIT (43) warga Desa Jeruk Gamping, Sidoarjo dan PANCA ARI WIBAWA (39) warga Bali berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Sidoarjo.
 

Kaniit Pidum Polres Sidoarjo, Ipda Hafid dikonfirmasi, Jumat (19/9/2014) mengatakan, ketiga tersangka tertangkap tangan setelah melakukan pemerasan kepada pengusaha tembakau, 'korban bernama Dila (35), warga Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (18/9/2014) malam." ungkapnya
 

Hafid menjelaskan ketiganya melakukan penipuan dengan modus mendatangi korban dan menayakan apakah perusahaan ini ada ijin produksinya atau tidak, "kemudiaan ketiga tersangka meminta uang ke pada korban sebesar Rp.200 juta, korban juga sudah menyerahkan uang ke tersangka sebesar Rp.50 juta di daerah Taman Pinang Sidoarjo" jlentrehnya.

Menurutnya, penangkapan ketiga tersangka ini karena korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Kemudian oleh pihak polisi, ketiga tersangka dijebak untuk janjian bertemu di rumah korban dan menyerahkan uang.
Saat datang ke rumah korban, ketiga tersangka mengeluarkan kartu anggota BIN dan mengatakan bahwa korban harus memberikan uang sebesar Rp 200 juta dengan alasan bahwa tembakau milik korban adalah ilegal.
“Saat itulah, anggota polisi yang sudah siap langsung melakukan penangkapan kepada ketiganya,” kata Ipda Hafid. Selain menangkap tiga tersangka, petugas juga mengamankan mobil Suzuki Escudo warna hitam bernopol L 1188 XV yang biasa digunakan pelaku untuk beroperasi melakukan pemerasan ke beberapa korbannya.
Ipda Hafid menambahkan ketiga tersangka ini di hadapan petugas sewaktu dalam penyelidikan bukan mengaku anggota BIN, namun anggota Badan Intelejen Pejuang (BIP) 45, dengan pengakuan ini petugas akan mendalami BIP ini
 

“Dalam melakukan aksi pemerasannya pelaku tidak hanya beroperasi di daerah Sidoarjo namun juga di Surabaya, Pasuruan, Mojokerto dan Jombang. Untuk itu mereka dijerat dengan pasal 378 atau pasal 372 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkas Ipda Hafid (Red/Dn)

SURABAYA[SIGAP88.COM] Angga Brata Samudra warga Bendul Merisi Surabaya didibekuk petugas unit Ciber Crime Subdit II Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pria 34 tahun itu,diamankan karena dirinya sebagai pengedar film porno. Polisi juga berhasil menyita sejumlah peralatan produksi bisnis haram itu sebagai barang bukti.

"Barang bukti yang diamankan, sebuah komputer, BlackBerry, flash disc 16 GB, laptop, hard disc 3 Tera, dan 150 CD master, buku rekening, ATM, dan sebagainya," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Senin (8/9/2014). 


Tersangka merupakan pengedar film porno dalam berbagai bentuk. Termasuk via online, jual dalam bentuk flash disc, DVD, hard disc, dan sebagainya.(han)

PASURUAN [SIGAP88.COM] Dua orang pelaku pengedar uang palsu(Upal) diringkus tim buser polres Pasuruan. Keduanya diringkus ketika polisi mendapatkan informasi dari jasa kirimiman paket barang PT.JNE

Dua pelaku itu atas nama Kosim bin Yaseh warga Ds. Banjarsari Kec. Pandaan Kab. Pasuruan, sedangkan pelaku lainnya yakni Drs. Budiantara bin Alil warga Ds. Kudu Banjar Kec. Kudu Kab. Jombang.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku membeli Upal tersebut dari seseorang di Bali dengan sistem satu banding dua.

“Pelaku membeli dua uang palsu pecahan seratus ribu dengan satu uang asli pecahan seratus ribu rupiah,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Ricky Purnama. Senin (8/09/2014)

Ricky menambahkan guna mengelabui petugas, uang pecahan seratus ribu rupiah sejumlah Rp 20 juta tersebut oleh para pelaku dikemas dalam kardus dengan registrasi pengiriman onderdil sepeda motor.

“Pelaku Kosim mengaku bahwa uang palsu tersebut di pasok dari wilayah Bali untuk sebagai pelaku pemasok saat ini masih dalam pengejaran petugas atau masuk dalam Daftar Pencarian Orang(DPO)” ujarnya.

Dikatakan pula, cetakan Upal nyaris sama dengan uang asli, begitu pula saat disentuh, namun yang membedakan ada pada nomor seri dan hologram di bagian sudut.

“Kalau uang asli, hologram akan berwarna-warni bila dilihat dari segala sisi, namun untuk Upal ini warnanya tetap,” terang Kapolres Pasuruan. Para pelaku terancam pasal 245 KUHP tentang pengedar mata uang yang diduga tidak diedarkan oleh otoritas dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.(BD/Hp)

SURABAYA [SIGAP88.COM] Sebanyak 52 unit Tank milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang rencananya akan mendukung dalam perhelatan akbar peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke 69 yang akan dipusatkan di Surabaya Oktober mendatang.

Kendaraan tempur lapis baja buatan Jerman itu terdiri dari 24 Tank Leopard dan 28 Tank Marder, yang dimuat di Kapal Serasi X tiba di Pelabuhan Jamrud, Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (6/9/2014)

Kolonel TNI Totok Sugiharto Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya mengatakan, Tank Leopard dan Marder ini akan mengikuti parade militer pada puncak acara HUT TNI.

“Kendaraan tempur jenisTank ini diberangkatkan dari Jakarta menggunakan kapal dan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak",tuturnya.

Lanjut Toto, Seluruh kendaraan ampibi yang kami bongkar pada hari ini nantinya akan ditempatkan di Yonkav 8 Tank Divif 2 Kostrad, Pasuruan sebelum mengikuti puncak peringatan HUT TNI.

“Kemampuan Tank Leopard ini cocok dengan medan Indonesia yang berat, baik ampuh di darat juga di perairan”,tandasnya.

Spesipikasi kendaraan lapis baja itu setiap unitnya berkapasitas empat orang yang mampu melaju dengan kecepatan 72km/jam, serta dilengkapi Fitir utama termasuk kit pelindung modular, daya tahan, meningkatnya mobilitas dan meningkatkan kemampuan recce.

Alutsista berupa kendaraan lapis baja sejumlah 100 Tank Leopard 2A6 itu dibeli pemerintah Indonesia seharga US$1,7 juta atau sekitar Rp16,4 miliar per unit, hal ini dilakukan sebagai perlengkapan tempur untuk sarana militer. (Don)

SURABAYA [SIGAP88.COM] Masyarakat harus waspada dengan modus penipuan yang marak terjadi akhir-akhir ini. Informasi yang didapat redaksi sigap88.com para pelaku sengaja menyebar sebuah amplop cokelat dibungkus plastik bening.

Dalam amplop tersebut berisi cek dari Bank BCA senilai Rp 3,9 miliar dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atas nama PT. MULYA GRAHA MANDIRI Ini diduga sebagai modus baru penipuan.

Jika menemukan berkas ini sebaiknya penemu harus waspada karena ini salah satu modus orang untuk menipu. Salah satu awak media kami menemukan amplop tersebut disekitar kawasan Masjid Ampel Surabaya, Kamis (03/9/2014).

Dalam berkas ini tertulis alamat di jalan Kedoya baru Blok A-IV/5, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Menurutnya, saat itu dirinya sedang melakukan ziarah di makam sunan ampel, usai berziarah dirinya mampir ke salah satu warung dikawasan tersebut.

Setelah membayar di warung tersebut dia hendak pulang tepatnya di depan pasar pegirikan, ia melihat amplop coklat tergelak di jalan.


Setelah dia membawanya kemudian dibuka dia terpukau setelah membuka isi amplop tersebut, karena terdapat cek senilai Rp 3,9 miliar. Selain itu, terdapat SIUP dikeluarkan Disperindag Jakarta untuk PT MULYA GRAHA MANDIRI

Dia mengira dokumen itu sangat dibutuhkan pemiliknya, lalu dia mengirimkan SMS kepada sang pemilik yang tertera di dokumen dengan nomor 0852 280 952555.

"Rupanya, setelah mengirim SMS pelaku langsung menelpon," ujarnya

Dijanjikan hadiah Rp 50 juta karena telah menemukan dokumen tersebut, dia menjadi terlena.

" Pelaku saat itu menyuruh saya pergi ke ATM, dia beralasan uang miliknya dalam bentuk dolar, maka dia minta bantu saya. Tapi, waktu saya ke ATM,saya di suruh transfer ke rekeningnya sebesar satu juta rupiah" ungkapnya pada sigap88.com (Bib/red)

TULUNGAGUNG [SIGAP88.COM] Jilbab bukan sekedar menutup aurat. Jilbab juga memiliki fungsi perlindungan, juga diyakini mampu meredam hasrat lelaki yang berniat jahil. Atas dasar semua itu, sejumlah remaja putri di Kabupaten Tulungagung yang mengatasnamakan Hijabers Community Tulungagung (HCT) turun ke jalan.

Dalam peringatan Hari Jilbab Sedunia yang jatuh setiap 4 September, remaja yang berjumlah 20 orang itu melakukan kampanye jilbab.
 
Selain syiar dengan muatan pesan bagaimana pentingnya jilbab untuk muslimah, HCT juga menyatakan penolakan pemakaian jilbab yang justru semakin menonjolkan daya seksual wanita, atau populer disebut jilboobs.

“Jilboobs adalah wujud penyelewengan dari jilbab. Karenanya, kita secara tegas menolaknya,“ ujar juru bicara aksi Meylisa Zahra (22) yang juga Ketua HCT kepada wartawan, Jumat (5/9/2014).

Aksi yang digelar di seputaran alun-alun Kota Tulungagung, itu untuk menarik perhatian pengguna jalan. Para aktivis hijabers ini juga menirukan aksi “fashion show”. “Kita ingin mengajak para perempuan Tulungagung untuk berjilbab secara syar’i. Dan kami yakin, mereka yang terpengaruh style jilboobs hanya karena masih awam saja,“ papar Meylisa

Meylisa juga menambahkan, organisasi HCT yang berdiri sejak tahun 2012 itu telah memiliki anggota tetap 300 orang. Sebagian besar dari mereka adalah remaja sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswi.
“Di luar ini kita kerap menggelar acara sosial, termasuk juga diskusi bertema ke-Islaman. Kita terus memberikan pemahaman, agar apa yang kita lakukan tidak menakutkan bagi mereka yang masih awam,“ pungkasnya. Dina, salah seorang warga Tulungagung yang kebetulan tengah melintas menyatakan mendukung aksi kampanye para hijabers. Menurutnya, syiar semacam itu memang harus ada yang memulai.

“Dan yang penting lagi, jangan sampai menimbulkan kesan menakutkan bagi awam. Semua pendekatan yang dilakukan harus bersifat persuasive,“ pungkasnya. (SDO/SGP)

SIDOARJO [SIGAP88.COM] SUL (35) dan YUD (16) dua pelaku begundal jalanan asal Kecamatan Sedati babak belur dihajar massa. Keduanya gagal saat menjalankan aksi menjambret dompet milik buruh pabrik yang ada dikawasan Desa Tambak Sawah Kecamatan Waru.

Informasi yang didapat awak media sigap88.com, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol W 6385 TM warna biru itu memepet korban yang baru keluar dari pabrik.

Kapolsek Waru AKP Tony saat dikonfirmasi, membenarkan aksi penjambretan diwilayah hukumnya

“Iya benar mas, kejadiannya kemarin sore” ujarnya Jumat (05/09/2014)

Tony menambahkan, keduanya saat menjalankan aksinya tidak berhasil menarik tas korban, pelaku langsung kabur kearah utara. Namun saat berusaha kabur, motor pelaku menabrak pengendara motor lainnya sehingga terjatuh.

” Pelaku yang dibonceng langsung menarik tas kecil korban. Namun tidak berhasil karena korban berusaha menarik kembali tasnya dan berteriak Jambret,” jelasnya

Kedua pelaku berhasil kita amankan dan menyelamatkan dari amukan massa.Kedua pelaku kemudian dievakuasi dan dibawa ke Mapolsek Waru” pungkasnya. (Sya)

SIDOARJO [SIGAP88.COM] Ahmad Tohir Arif (42) warga Desa Penatar Sewu Kecamatan Tanggulangin diringkus anggota Polres Sidoarjo. Pria 42 tahun itu berdalih sanggup sebagai perantara Pendaftaran TNI, Polri, PNS dan Pegawai Swasta

Pria yang mempunyai tiga istri itu mengaku kepada setiap korban bahwa dirinya sebagai anggota Intelejen Negara dan Intelejen dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)yang bertugas di wilayah Jawa Timur.

Kabag Humas Polres Sidoarjo, AKP Samsul Hadi, Jumat (5/9/2014) menuturkan, anggota BIN dan KPK gadungan ini sudah melancarkan aksi penipuan di beberapa kota seperti Surabaya, Bojonegoro, Tulungagung dan Sidoarjo.

“Dalam melakukan aksi penipuannya tersangka memakai baju seragam anggota BIN dan KPK disertai lencana, kartu nama, serta membawa senjata air soft gun jenis pistol,” kata AKP Samsul Hadi.

Lebih lanjut Samsul Hadi menjelaskan aksi penipuan yang dilakukan tersangka itu baru terungkap, setelah salah satu korban yang bernama Rusdi curiga kepada tersangka lantaran sudah satu tahun anaknya yang dijanjikan untuk menjadi PNS tak kunjung terwujud.

“Padahal, korban sudah memberikan uang 150 juta rupiah yang diminta tersangka untuk memperlancar pendaftaran. Sampai saat ini para korban yang sudah menyetor uang ke pelaku sebanyak 2 orang. Yakni, warga Surabaya sebesar Rp 50 juta dan warga Sidoarjo Rp 5 juta dan rencananya akan menyetor kembali sebesar Rp 115 juta” jlentrehnya

Cukup lama menunggu, akhirnya korban melaporkan tersangka ke Satreskrim Polres Sidoarjo dan kemudian dilakukan penyelidikan terhadap laporan korban. Tersangka bisa diamankan berkat adanya identitas yang ditunjukkan korban kepada polisi.

“Tersangka kita amankan saat sedang asyik berkaraoke di salah satu tempat karaoke yang ada di Taman Pinang Sidoarjo” jelasnya

Dari tangan pelaku, petugas Polres Sidoarjo mengamankan barang bukti berupa 19 berkas lamaran PNS, TNI, Polri, 1 seragam anggota BIN, beberapa lencana dan ID Card, sepucuk senjata air soft gun jenis pistol dan 4 buah handphone.

“Tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegasnya  (Dhan/SGP)

SURABAYA [SIGAP88.COM] Insiden kebakaran kembali terjadi di kota pahlawan, peristiwa ini terjadi di kawasan padat penduduk diwilayah Nyamplungan gang 22, Surabaya, Jumat (5/9/2014). Api melahap empat rumah yang berdempetan. Keempat rumah itu bernomor 12, 14, 16, dan 18.

Informasi yang didapat wartawan SIGAP88.COM dilokasi kejadian, " bahwa kebakaran bermula dari rumah nomer 16 yang ditinggali oleh keluarga Suratmi" tutur saksi mata yang bernama Mahmud
 

Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang belanja di pasar pegirikan. "Apinya dari rumah no 16, dan terdengar adanya ledakan, hingga menjalar ke lainnya," kata pria tambun itu
 

Guna memadamkan kobaran api dikerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) dan 3 mobil tangki dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Bambang Vistadi mengungkapkan, informasi kebakaran diterima petugas sekira pukul 08.30 WIB.

Setelah mendapat laporan, petugas langsung meluncur. Keempat rumah yang terbakar merupakan rumah permanen dan semi permanen dengan rata-rata luas bangunan 3×5 meter.

Sekira pukul 09.30 WIB, petugas berhasil memadamkan api pokok dan tinggal melakukan pembasahan
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil ditaksir ratusan juta rupiah (Han)